30 December 2009

Pida Sanglang Ohhh Pida Sanglang


Tidak pernah sekalipun aku membuka pekung Pida Sanglang tempat kelahiranku jua tempatku bermain. Tempat yang meniup semangat seorang anak yang ingin mengapai sang kejora. Embun rumput Pida Sanglang yang menghijau masih lagi melekat di kakinya.

Setiap 5 tahun pelbagai janji ditabur dan kelemasan penduduk di sana mengilai janji-janji yang tidak tahu entah bila akan dikota. Penat bak pungguk menunggu bulan yang tidak tahu bila jatuh keriba.

Setahu aku sedari dulu hanya satu tangki air yang membekalkan air kepada penduduk Air Hitam, Jerlun, Sanglang dan juga Pida Sanglang serta jua beberapa tempat lain yang sewaktu dengannya. Bertahun lama, dari Adun A ke Adun B dan C, D, E masih lagi tangki air yang sama. Aku tidak pasti kawasan lain namun bagi kami penduduk Pida Sanglang masalah tekanan air yang rendah seakan tidak berkesudahan dan air langsung tidak ada jika waktu puncak seperti hari minggu dan hari perayaan. Alhamdulillah mungkin sudah biasa dengan kegiatan ekonomi utama iaitu menaman padi, penduduk Pida Sanglang sentiasa beringat. Maklumlah dahulu sudah biasa dengan padi setahun sekali maka budaya ini menjadi resam dalam diri orang pida....beringat. Air di baldi tidak pernah kami curah walau terdengar guruh di langit. Baru satu kemelut Pida Sanglang......aku bagai tidak mampu menekan keyboard air mata mulai bermanik...


Benarlah kata abah.....siapapun boleh buat janji namun bolehkan janji tersebut direalitikan...




Mengapa harus begitu

Pagi tadi dalam kekalutan menuju ke arah selatan LDP...aku terdengar siren polis trafic..."bagi laluan..bagi laluan", seorang pegawai polis trafic memberi arahan. Aku menarik nafas panjang "orang besar...mahu perkara mudah sahaja, apa salahnya keluar awal redah sahaja trafic rasai apa yg hamba marhain ini rasa"....
Perkara yang paling tidak aku gemari ketika memandu adalah keadaan begini seolahnya lebuhraya atau jalan raya itu milik mereka.
Begitu juga dengan pemandu-pemandu kontena yang tidak berhemah. Sewenangnya menggunakan laluan laju demi kepentingan diri. Bila terjadinya mala petaka yang menjadi mangsa adalah pemamdu kereta atau penunggang motosikal.

29 December 2009

Doa Segala Penawar


Jalan Jitra Kodiang

Pulang menyambut hari raya baru-baru ini hati agak lega, Jalan Jitra-Kodiang telah pulih nampaknya tidak perlulah lagi kami menongkah arus ke Arau dan menuju ke Changloon kemudian ke Jitra semula. Namun agak kecewa dengan pembaik pulih jalan berkenaan. Tidaklah mengharapkan sebagaimana pihak Plus membaikpulih lebuh raya terpanjang di Malaysia namun apa salahnya jika semak samun pokok lalang ditepi-tepi jalan dan di pembahagi jalan di tebas. Aku dan suami menarik nafas panjang ketika melalui jalan ini. Sedih.

Laluan ini merupakan laluan utamaku ketika bersekolah di SMJ. Saat itu walaupun jalan rayanya sempit namun aku dapat menikmati keindahan Kodiang Lama, Padang Sera, Padang Perahu, Tunjang dan persekitaran jalan tersebut.

Masih dalam ingatan kesibukan Pekan Tunjang dan kemeriahan Nat Sabtu Pekan Kodiang.

Jalan Jitra Kodiang amat suram....

28 December 2009

Bukan Cinta Biasa (1)

By Abu Haidar at 10 Agustus, 2009, 9:46 pm
Ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla harus dibangun di atas landasan cinta, bahkan cinta adalah hakikat dari ibadah itu sendiri, sebab bila kita ibadah tanpa cinta maka ibadah kita ibarat kulit yang tidak memiliki ruh. Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu’ Fatawanya juz 1/95 menyatakan bahwa penggerak hati dalam ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla ada tiga, yaitu: rasa cinta, rasa takut, dan harapan.
Dan penggerak yang paling kuat di antara ketiga hal itu adalah cinta. Rasa takut akan membuat manusia berusaha agar tidak menyimpang dari jalan-Nya, rasa cinta akan menyebabkan dia berjalan menuju yang dicintainya, sedangkan harapan yang akan menuntunnya. Ibadah tidak akan sah tanpa ketiganya.

Bagian Cinta
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah cinta ada dua bagian.
Pertama, cinta ibadah
yaitu merasa rendah diri/hina dan mengagungkan. Hati manusia harus menghadirkan sikap mengagungkan terhadap yang dicintai serta memuliakan. Sehingga ia melaksanakan perintah yang dicintai dan menjauhi larangannya. Cinta jenis ini khusus ditujukan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Barangsiapa yang mencintai makhluk seperti kecintaan kepada Allah maka dia telah berbuat musyrik dengan kemusyrikan yang besar. Para ulama mengungkapkan cinta jenis ini dengan ungkapan cinta khusus atau bukan cinta biasa.
Kedua, cinta yang bukan ibadah. Terdiri dari:
Cinta karena Allah ‘Azza wa Jalla. Yaitu mencintai apa-apa yang dicintai Allah ‘Azza wa Jalla baik berupa manusia, seperti para nabi, para rasul, para shiddiqin, para syuhada, dan para shalihin, serta mencintai sesama muslim. Atau berupa amal perbuatan, seperti shalat, zakat, dan amal kebaikan lainnya. Atau berupa waktu, seperti bulan Ramadhan dan sepuluh hari terakhir di bulan itu, serta yang lainnya. Atau berupa tempat, seperti masjid, ka’bah, gunung Uhud, dan yang semisalnya. Mencintai semua itu berarti mencintai karena Allah ‘Azza wa Jalla. Dan cinta jenis ini termasuk cabang dari cinta kepada Allah ‘Azza wa Jalla, bahkan termasuk penyempurnaan tauhid serta tali iman yang paling kuat. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, “Tali Allah yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.” (HR. Bukhari).
Cinta kasih sayang, seperti mencintai anak kecil, orang miskin, orang sakit, anak yatim, dan sejenisnya.
Cinta memuliakan dan menghormati yang tidak berupa ibadah, seperti seseorang yang mencintai orang tuanya, guru atau orang dewasa ahli kebaikan.
Cinta thabi’i (naluri), seperti mencintai makanan, minuman, pakaian, kendaraan, dan tempat tinggal yang nyaman. Mencakup juga cinta kepada istri, anak, harta, dan jabatan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah ditanya, “Siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah!” Ditanya lagi, “Kalau dari kalangan laki-laki?” Beliau menjawab, “Bapaknya!” Maksudnya adalah Abu Bakar. (HR. Bukhari dari Amr bin Ash).

Bukan Cinta Biasa (2)

Bukan Cinta Biasa (2)
By Abu Haidar at 22 Desember, 2009, 10:40 am
Cinta Mubah
Jenis cinta yang paling mulia adalah jenis cinta yang pertama, cinta karena Allah ‘Azza wa Jalla dan wajib kita miliki, sedangkan tiga jenis cinta yang lainnya adalah mubah. Kecuali apabila ketiga jenis cinta yang mubah ini dibarengi dengan hal-hal yang sifatnya ibadah, maka cinta jenis ini menjadi ibadah.
Seseorang yang mencintai orang tuanya dengan kecintaan pemuliaan atau penghormatan, apabila dibarengi dengan niat ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, maka kecintaannya bernilai ibadah. As-Sa’dy rahimahullah menyatakan bahwa apabila cinta yang mubah ini bisa membantu dan mendorong kecintaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla maka berubah menjadi ibadah.
Namun apabila cinta yang mubah ini bisa menghalangi ketaatan dan kecintaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla bahkan bisa menyeret kepada apa-apa yang tidak dicintai oleh Allah ‘Azza wa Jalla, maka cinta yang seperti ini berubah menjadi cinta yang terlarang. Tapi kalau tidak berpengaruh apa-apa dalam arti tidak menambah kecintaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan tidak mengurangi ketaatan kepada-Nya maka tetaplah dia dalam kemubahannya. (al-Qaul as-Sadid hal 90-97).
Cinta Naluri
Demikian pula cinta thabi’i (naluri) seperti mencintai makanan, minuman, dan seterusnya, apabila diniatkan untuk mendukung ibadah maka cinta inipun menjadi ibadah. Oleh karena itu Nabi diberikan rasa cinta kepada wanita dan minyak wangi dengan cinta naluri (HR. Ahmad dan an-Nasa’i dengan sanad yang hasan), tetapi diperlakukan dengan perlakuan yang sesuai dengan syari’at sehingga memberi maslahat yang besar bagi pribadi, ibadah, dan dakwah perjuangannya, maka kecintaan naluri ini bernilai ibadah.
Nabi pernah menyatakan bahwa orang yang menyantuni janda dan orang miskin seperti mujahid di jalan Allah ‘Azza wa Jalla. Bahkan beliaupun mengatakan orang yang seperti itu bagaikan orang yang shalat dan tak pernah berhenti atau seperti orang yang shaum dan tak pernah berbuka. (Muttafaq ‘alaih).
Bahkan orang yang menyantuni anak yatim akan memperoleh pahala dan bernilai ibadah karena mengamalkan perintah Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Rasul bersabda, “Aku dan orang-orang yang menjamin anak yatim akan berada di dalam surga seperti ini.” Lalu beliau berisyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Bukhari).
Walhasil, cinta yang mubah bisa berubah menjadi cinta ibadah apabila diniatkan untuk ibadah dan dilaksanakan dengan cara yang sesuai dengan syari’at. Hal ini berbeda dengan orang yang memiliki cinta yang mubah tetapi tidak diniatkan untuk ibadah. Seperti orang yang menyantuni anak yatim hanya karena riya, atau dorongan jiwa social atau hanya melaksanakan tugas sebagai pegawai panti social atau hanya dorongan kemanusiaan semata. Semua itu mubah dan tidak bernilai ibadah.
Nabi bersabda, “Amal itu bergantung kepada niat, dan setiap orang hanya akan memperoleh sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari).

Back to School....

Seminggu lagi sekolah akan dibuka...cabaran baru buat putra putriku, kakak akan menghadapi UPSR, abang pulang memasuki tahun 4 dan alang tahun 2. Baju sekolah dan barang lain belum di beli....bila agaknya...mula nak pergi semalam namun mamanya ini tidak suka berjalan malam..bertangguh lagi
Kakak seperti selalu amat bersemangat dengan sekolah begitu jua abang & alang walaupun kebanyakkan masa dihabiskan dengan bermain. Itulah jiwa kanak-kanak.
Pagi tadi senarai buku yg mahu dibeli hilang di manalah anak2 simpan. Sudah diletak di rak buku namun anak2 yang sentiasa excited dengan benda baru mahu meneliti senarai tersebut.
Doa mama moga semua anak2 mama dipermudahkan Allah SWT dalam soal tollabulilmi ini... Ilmu membina tamadum sesuatu bangsa.....

17 December 2009

My Mad Story....All About Car


Cerita 1

Seperti hari sebelumnya, jika ke kedai "hardware" d'Neo aku akan meletak kereta berhadapan dengan kedai tersebut. Setelah mendapatkan segala barang yang diperlukan dan mengisi perut. Aku terus ke kereta dan menekan punat pengera kereta. Tidak berfungsi. Pelik. Baru dua tiga hari lepas "hubby" menganti bateri baru. Aku mencuba cara manual tidak boleh. Makin pelik. Seorang lelaki tidak jauh dari situ memerhatikan gelagat ku. 15 minit berlalu. Perkara terakhir yang mungkin aku lakukan ialah menelefon heroku....


Tiba-tiba ....aku terpandang ke dalam kereta. ...Ermm sejak bila aku menggunakan pewangi lemon sebegitu. "Alamak kereta orang rupanya"....Mataku menjalar kepersekitarn tempat meletak kereta...itupun hitam ku....




Cerita 2




Di petrol kios untuk mengisi minyak. Setelah membuat pembayaran aku kereta terus menghidupkan kereta dan bergerak keluar. Tiba-tiba mata terpandang meter minyak. Alamak terlupa nak isi minyak. Nasib baik masih dalam kawasan kios.





Cerita 3


Setelah selesai urusan di Pejabat Tanah Salak Tinggi, aku bergerak ke kereta. Punat pengera di tekan. Masuk di dalam kereta. Alamak mana boleh aku duduk di sini he he he ..sapa nak drive. Aku berpura mencari sesuatu agar aorang berdekatan tidak perasan aku tersilap....



Cerita 4


Berlaku lebih 6 tahun yang lepas....hujan renyai...keluar dari bagunan AHP TTDI aku terus menuju ke kereta. Pintu ku buka...alamak Baiii...salah kereta. Aku menutup kereta dari seberang jalan kelihatan Wan dan Wani terbahak-bahak ketawa dan Mr Hubby kelam kabut menuju ke arahku.


Cerita 5


Seminggu selepas pulang dari kampung. Ada satu bau pelik, mulanya aku ingatkan bau kasut anak-anak. Namun pada suatu hari bau tersebut datang dari bahagian enjin kereta. Malamnya aku meminta Mr Hubby melihat bahagian enjin tersebut. Alamak....seekor kucing terperangkap di dalam sana. Bulu-bulunya telah tercabut dan kulitnya telah lekang. Rupanya kucing itu adalah kucing yang selalu ke rumah mertua. .....Ralat sangat macam mana aku tak perasan ada kucing di dalam bahagian enjin kereta...




12 December 2009

Rahsia Memimpin Wanita

009 - Rahsia Memimpin Wanita
Tidak dapat dinafikan bahawa hidup wanita dipengaruhi dan dikuasai oleh perasaannya. Ini kerana wanita kaya dengan perasaannya. Sembilan persepuluh (90%) daripada wanita adalah perasaannya. Hanya satu persepuluh (10%) adalah pertimbangan akalnya. Justeru itu, untuk menghadapi dan memimpin mereka agar tunduk kepada Allah swt, maka kaum lelaki hendaklah bermain dengan perasaan mereka sebanyak yang mungkin. Jenis-jenis perasaan yang ada pada wanita amatlah banyak, antaranya perasaan marah, dendam, rasa malu, jemu, kecewa dan banyak lagi. Perasaan-perasaan ini boleh digunakan untuk kepentingan agama, dunia dan akhirat. Bahasa samada dalam lisan atau tulisan adalah alat bagi membangkitkan rasa bagi setiap perasaan di dalam dada wanita. Dalam memimpin kaum wanita, kaum lelaki hendaklah cekap menggunakan daya fikir untuk mengolah bahasa dengan lidah yang petah supaya tercetus apa sahaja perasaan yang dikehendaki dalam hati perempuan. Sekiranya lelaki inginkan perasaan kasih dan sayang berbunga dalam dada mereka, maka bawalah cerita-cerita kasih mesra dengan kata-kata hukamak (hikmah) mengenai kasih sayang. Sekiranya lelaki mahu perasaan rindu bertapak di hati mereka, maka bawalah kisah-kisah rindu dengan kata-kata yang berunsur kerinduan. Jikalau hendak membangkitkan rasa marah mereka, itu amatlah mudah kerana semua orang tahu caranya. Dalam membimbing dan memimpin wanita, lelaki hendaklah merancang untuk mengubah dan mewujudkan setiap rasa yang dikehendaki dalam dada wanita yang bergelar anak, isteri dan ibu. Untuk itu seharusnya, kaum lelaki tahu dan mempunyai daya kekuatan yang tinggi supaya dapat merancang apa yang diingini pada diri setiap wanita sebelum memiliki mereka. Disinilah antara kejayaan para Rasul, Nabi dan wali Allah swt dalam memimpin umat manusia. Mereka dapat menguruskan hati manusia kerana berjaya mencetak perasaan mereka hingga menjadi umat yang patuh dan taat kepada Allah swt. Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala- galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s. tetap merindukan Siti Hawa. Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka. Tidak logik kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa dari bahagian tubuh lelaki. Didiklah mereka dengan panduan dariNya: JANGAN CUBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA, NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR, JANGAN HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN, NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA. Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya. AKAL SETIPIS RAMBUTNYA, TEBALKAN DENGAN ILMU, HATI SERAPUH KACA, KUATKAN DENGAN IMAN, PERASAAN SELEMBUT SUTERA, HIASILAH DENGAN AKHLAK . Suburkanlah kebaikan karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri negara atau women gladiator. Bisikkan ke telinga mereka bahawa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya itulah kasih sayang Allah, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki berwajah: negarawan, karyawan, jutawan, hartawan, dan wan-wan lain. Tidak akan lahir superman tanpa superwoman. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan . LEBIH BANYAK LELAKI YANG DIROSAKKAN OLEH PEREMPUAN DARIPADA PEREMPUAN YANG DIROSAKKAN OLEH LELAKI. SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BOLEH MENUNDUKKAN SEPANDAI-PANDAI LELAKI. Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhan. Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan setiausaha, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami kehilangan isteri dan bapa akan kehilangan puteri. Bila wanita durhaka, dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa. Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepimpinan diri. Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADA-NYA, jinakan diri dengan Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan anda. JANGAN MENGHARAP ISTERI SEPERTI SITI FATIMAH BINTI RASULULLAH SAW, KALAU PERIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI

12 - Petua untuk dimurahkan rezeki dan dijauhkan kesulitan

12 - Petua untuk dimurahkan rezeki dan dijauhkan kesulitan
Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya selalu berkerut. Dengan murung lelaki itu mengadu,"Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah lepas saya beribadah kepada Allah. Orang lain sudah lelap, saya masih bermunajat. Isteri saya belum bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan pemalas yang enggan mencari rezeki. Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?"

Sang Guru menjawab sederhana, "Perbaiki penampilanmu dan rubahlah roman mukamu. Kau tahu, Rasulullah adalah penduduk dunia yang miskin namun wajahnya tak pernah keruh dan selalu ceria. Sebab menurut Rasulullah, salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga kepadanya." Lelaki itu tertunduk. Ia pun berjanji akan memperbaiki penampilannya. Wajahnya senantiasa berseri. Setiap kesedihan diterima dengan sabar, tanpa mengeluh. Alhamdullilah sesudah itu ia tak pernah datang lagi untuk berkeluh kesah. Keserasian selalu dijaga. Sikapnya ramah,wajahnya senantiasa mengulum senyum bersahabat. Roman mukanya berseri.

Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal keberhasilan suatu pekerjaan adalah roman muka yang ramah dan penuh senyum. Bahkan Rasulullah menegaskan, senyum adalah sedekah paling murah tetapi paling besar pahalanya .
Demikian pula seorang suami atau seorang isteri. Alangkah celakanya rumah tangga jika suami isteri selalu berwajah tegang. Sebab tak ada persoalan yang diselesaikan dengan mudah melalui kekeruhan dan ketegangan. Dalam hati yang tenang, pikiran yang dingin dan wajah cerah, Insya Allah, apapun persoalannya nescaya dapat diatasi. Inilah yang dinamakan keluarga sakinah, yang didalamnya penuh dengan cinta dan kasih sayang.

17 November 2009

Kun Fa Ya Kun dan Syukur

Teman itu seorang yang agak rapat denganku. Banyak tahu perkara yang tersembunyi disebalik senyum dan tawaku. "Mengapa dia...", tanyanya. Aku tersenyum. "Kun fa ya kun...milikNya, hanya Dia yang mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya", terangku pada teman. Dia menarik nafas panjang.



Terlalu banyak nikmat Allah SWT berikan kepada kita samada kita sedar atau tidak. Kadangkala dalam kita kedinginan Allah SWT datangkan kepanasan. Dan kadangkala dalam kita kebasahan Allah SWT datangkan angin mengeringkan badan yang basah. Kadangkala dalam kita kesedihan didatangkan dia dengan cahaya keceriaan. Kadangkala dalam kita kelaparan didatangiNya dengan kelazatan makanan. Mensyukuri atas nikmat pemberianNya adalah wajib.

Nikmat adalah salah satu bentuk ujian yang akan membawa manusia memperoleh derajat yang lebih tinggi, di dunia dan di akhirat. Namun sangat disayangkan, ternyata nikmat juga merupakan salah satu bentuk ujian Allah swt bagi hamba-Nya yang justru banyak melalaikan mereka dari mengingat dan taat kepada Allah swt. Nikmat yang telah Allah swt tebarkan di muka bumi, justru telah membuat banyak manusia semakin menjauh dan kufur kepada Allah swt. Mereka lupa bahwa sesungguhnya segala bentuk nikmat yang telah mereka dapatkan adalah berasal dari Allah swt. Mereka menganggap, segala yang telah mereka miliki adalah hasil jerih payah mereka sendiri, semata karena kepandaian mereka sendiri. Dalam hal ini Allah swt telah berfirman di dalam Al Quran, yang artinya:

“Dan jika kami melimpahkan kepadanya sesuatu rahmat dari kami, sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata ” ini adalah hakku”. (QS. Fushshilat: 50).

“(Qarun) berkata: sesungguhnya aku diberi harta kekayaan ini, tiada lain kerana ilmu yang ada padaku”. (QS. Al Qashash: 78)

Bersyukur atas Nikmat Allah yang Amat Besar.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi MahaPenyayang.”(Al-Quran Al-KarimSurah An-Nahl [16]: ayat 18)

13 November 2009

Member@Kawan




Selalu berfikir macam mana kita memulakan suatu persahabatan atau berkawan. Adakah kita perlu memilih member@Kawan atau ia berlaku secara rawak. Bagi aku kita boleh berkawan dengan sesiapa sahaja namun tidak semua yang melekat di hati kita. "Chemistry"....itu yang menyebabkan kita rapat dengan seseorang. Adakah faktor lain yang menentu kan member@kawan seperti faktor umur, fizikal dan lain.
Namun dalam pergaulan sosial aku lebih terdorong kepada insan-insan yang lahir bulan january, february, may. Ataupun anak sulung atau anak bongsu dalam keluarga. Golongan ini secara purata adalah mereka yang amat dekat di hati. Mengapa?Sifat "get easy", rendah diri, fun, tidak beremosi, kadang kala syok sendiri dan jarang ambil tahu perihal orang lain ada dalam diri mereka ini.


Mungkin aku tertarik dengan member@kawan ala motivator. Bila berada bersamanya kita bersemangat. Begitu juga dengan member@kawan yang anggun dan mempesona ia memberi inspirasi dalam diri.


Paling pantang dalam hidupku ialah member@kawan yang berperangai seperti parti politik cum wartawan hiburan, kalau dirinya semuanya harum dan baik tetapi jika orang lain termasuk juga teman baiknya ada sahaja perkara yang busuk. Kalau boleh orang sebegini mahu orang vote untuk dia sahaja. Bukan tidak mahu dengan melihat keburukan sendiri namun tidak perlulah sampai menganggu personal orang lain.


Mereka ini adalah teman, rakan....yang merupakan anugerah Allah SWT sementara berada di dunia ini. Sesungguhnya yang buruk itu datang dari diri kita sendiri dan yang baik itu dari Allah SWT.

09 November 2009

ilmu padi makin berisi makin tunduk


Peribahasa melayu, "ilmu padi makin berisi makin tunduk", merujuk kepada sifat individu yang tidak meninggi diri walaupun mempeolehi darjat, pangkat atau kekayaan. Sifat tawaduk ini amat sukar ditemui kerana kini kebanyakkan kita suka menunjuk-nunjuk apa yang kita ada kepada umum.


2006 menemukan aku dengan seorang insan yang hingga kini tidak kulupai. Aruah bapa birasku. Orangnya sederhana. Bercakap hanya apabila perlu. Jarang aku bertemu dengan orang sebegini. Kebanyakkan ibu-bapa suka bercerita akan gahnya anaknya namun bapa ini tidak sebegitu. Beliau hanya bercerita apabila kuajukan soalan padanya. Aku banyak muhasabah diri selepas bertemunya. Aku amat kagum dengan insan sebegini.


Alfatihah ke atas rohNya moga berada dikalangan mereka yang beriman.

07 November 2009

Doa memohon perlindungan dari kejahatan semua makhluk

Diambil drp Harian Metro online

'Ya Allah, Tuhan kami. Engkau Tuhan, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Engkau. Kepada Engkau kami bertawakal dan Engkaulah Tuhan Arasy Yang Maha Besar.

Sesuatu yang dikehendaki Allah pasti berlaku dan sesuatu yang tidak dikehendaki Allah pasti tidak akan berlaku. Tiada daya upaya dan tiada sebarang kekuatan yang dapat menjaya dan menggagalkan sesuatu melainkan dengan keizinan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Kami mengetahui sesungguhnya Allah atas tiap-tiap sesuatu amat berkuasa. Dan, sesungguhnya Allah meliputi pengetahuannya pada tiap-tiap sesuatu.


Ya Allah. Tuhan kami. Sesungguhnya kami memohon berlindung dengan Engkau daripada kejahatan dan keburukan pada diri kami dan daripada kejahatan tiap-tiap makhluk yang melata (jin, syaitan, binatang dan manusia). Engkaulah yang mengawasi ubun-ubunnya (segala gerak geri). Sesungguhnya Tuhan kami di atas jalan yang benar.

Dan, cucurilah rahmat dan kesejahteraan ke atas penghulu kami, Nabi Muhammad s.a.w dan atas keluarganya serta sahabat-sahabatnya. Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan pentadbir seluruh alam.'

  • Amalkan membaca doa ini selalu, jika tiada kesempatan pun, seumur hidup. Insya-Allah akan terhindar dari penyakit yang berbahaya.

  • Menurut riwayat, doa ini adalah menjadi amalan Abi Darda, seorang sahabat Nabi Muhammad s.a.w yang didapatinya daripada baginda.
  • 04 November 2009

    Angan, impian, cita-cita dan realiti



    Anak ketiga, Alang pagi tadi bertanya, "Nanti besar Alang nak jadi doktorlah, senang nanti kalau mama & papa sakit alang ada",. "Baguslah, tp alang kena rajin belajar", terangku padanya. "Dulu masa masa kat rumah mak tok mama nak jadi apa ek", tanya sikurus kecil ini. Aku terdiam seketika. Tersenyum.

    Jika difikir-fikirkan semasa kecil aku cuma ingin membuka sebuah kedai runcit di pida. Semasa itu dalam kepala kecilku telah ada tempat yang sesuai untuk dijadikan kedai runcit. Sebab itulah aku tidak kisah jika mak atau abah memintaku menjual dodol, baulu, dan beberapa kueh di kampungku dan persekitarannya.

    Adakalanya aku ingin menjadi pelukis kartun. Hinggakan semasa sekolah menengah aku didenda oleh Cikgu Rohana kerana buku notaku dipenuhi kartun. Namun akhirnya aku memilih kursus yang agak berlainan daripada minatku namun boleh digunapakai jika impianku terlaksana. Ada seorang teman, dahulu mengambil IT namun disebabkan minatnya dengan undang-undang maka ia menyambung pengajian dalam bidang yang diminatinya itu. Begitu jua dengan beberapa teman yang lain semasa belajar ambil jurusan perakaunan namun bila berkerjaya lain pula bidangnya.

    Naluri mencintai kanak-kanak membuatkan angan, impian dan cita-citaku agak jelas kini. Moga Allah SWT memberi kemudahan dan kelapangan untukku melaksanakan impian ini. Amin.





    Perlu ada Ilmu



    Tollabulilmifariqarolaqla....."menuntut ilmu adalah wajib bagi muslimin dan muslimah".
    Sudah lama aku meninggalkan majlis-majlis ilmu, masa banyak dihabiskan hanya dengan membaca bahan rujukan. Hanya suami sahaja berkesempatan menghadirinya.


    "Kita tak ada ilmu untuk membincangkan hal ini", ulas suami ketika makan malam. Dahulu ketika adik ipar tinggal di rumahku sering kami berdiskusi persoalan ini. Dan jika berkesempatan aku cuba melontarkan pertanyaan kepada Pak Su iaitu seorang yang agak arif soal sebegini.


    Ada hikmahnya perkara ini. Tidak Allah SWT datangkan ia jika tidak membawa makna.




    03 November 2009

    Info....Wahaabi Issue

    Juz received an email from hubby berkenaan isu ini ....

    From: Rusli Alwi [mailto:rusli@muamalat.com.my]

    Assalamu’alaikum (cc recipients are friends from AmBank and OCBC)

    Pagi tadi kita berbincang tentang issue semasa yakni, “Wahaabi”. Kita dengar pandangan dari Hj Md Roose & Sdr Shahriza Omar. Maka saya ingin berkongsi maklumat dgn saudara/ri kerana pada pagi tadi pendek sangat masa hendak mengupas isu nie.

    Harapan saya cuma satu, yakni kita bersedia dgn cukup ilmu supaya dapat mengarungi masa depan Islam yg penuh dgn cabaran di waktu-waktu sedekad kebelakangan ini. Ethnic cleansing (Balkan and African), peperangan (Middle East), new ideology (correcting old religion), kebangkitan Islam (kecil-kecilan yang mempertahan sunnah) and masaalah social (domestic) adalah didalam perancagan Allah swt. Jadi dgn ilmu, sedikit sebanyak kita boleh fahami jadual Allah swt supaya kita tak jadi golongan “apa nak jadi; …jadilah, aku tak kisah”.

    Tentang isu Wahabbi nie, termasuk Maulidur Rasul, Talkin dll saya ade minta pandangan dari salah seorang EVP (dah VSS) kira-kira 5 atau 6 tahun yg lepas tentang bagaimana hendak menghadapai golongan Wahabi yg menuduh sesat jika menyambut Maulidur Rasul. Dia kata jawab begini “Dari aku berhujjah dgn engkau, lebeh aku berhujjah dengan kayu!”. Maksudnya, jgn buang masa, kerana golongan ini memang keras hati dan menerima tafsiran dari ulama mereka sahaja. Golongan ini sedang menunggu zaman kejatuhannya (banyak bergantung kpd perkembangan kerabat raja Saudi dan ulama Wahabi1 disana), insyaAllah. Walupun mereka nampak kuat, akan jatuh juga dengan kehendak Allah swt. Cuma kita kena peka!

    SOALAN:
    Apakah yang dimaksudkan dengan fahaman kaum muda di Perlis?

    Faham kaum muda ini istilah orang Melayu. Yakni ada orang baru datang dan bawa satu fahaman yang baru atau muda sangat. Sedangkan mazhab yang lama, ahlisunnah wal jamaah itu sudah lama yakni sudah beribu-ribu tahun. Fahaman ini tiba-tiba datang ke Malaysia, sekitar tahun 1920. Istilahnya itu bukan dirancang. Bukan ada satu mesyuarat untuk menamakan satu ajaran baru itu. Keadaanya seolah-olah, terluncurlah perkataan dari seorang daripada mereka, yang mungkin ulama, dengan berkata, “Ini Faham Muda.” Jadi teruslah orang menggelarkan ajaran itu, “Fahaman kaum muda.” Istilah ini kalau dibawa ke negara Arab atau di Indonesia, tiada siapa pun yang faham apa itu kaum muda. Di seluruh dunia lagi tidak faham. Ini untuk Malaysia sahaja.

    Apa maksud faham kaum muda ini? Itulah fahaman wahabi. Tapi di Timur Tengah tidak terkenal sebagai Wahabi. Terkenal dengan Salafi. Salafi itu ialah kaum muda. Kemudian golongan Salafi ini atau kaum muda atau wahabi yang kita lihat hari ini kebanyakannya jadi militan. Afghan itu wahabi. Yang di Indonesia, yang kena tangkap, itu semua wahabi. Begitu juga Ikhwanul Muslimin. Kecuali Hassan Al Banna. Tetapi yang lain semua Wahabi. Oleh kerana tidak ada jemaah dan bukan senang hendak lahirkan jemaah maka mereka menumpang jemaah Ikhwanul Muslimim. Kemudian mereka ubah dasar. Sebab itu Ikhwan yang ada sekarang tidak seperti jemaah Hassan Al Banna dahulu. Hassan Al Banna tidak bermazhab tetapi dia tidak tolak mazhab. Dia tidak bertawasul tetapi tidak menolak tawasul. Baginya, itu hanya satu cara berdoa. Siapa hendak tawasul, silalah. Tidak tawasul pun tidak apa. Kedua-duanya betul. Ini fahaman Hassan Al Banna. Sedangkan Wahabi anggap tawasul itu syirik dan kafir. Jadi kaum muda itu istilah yang ditaja disini. Yang sebenar itulah dia Salafi atau Wahabi.

    Wahabi menolak Maulidur Rasul. Mereka anggap itu bid’ah dhalalah. Ajaran Wahabi sudah terpinggir. Bukan sahaja ahli sunnah tidak senang dengan mereka. Sudah banyak golongan yang bukan ahli sunnah pun tidak senang. Orang kafir pun tidak senang. Kerana kebanyakan Wahabi adalah golongan militan2. Atas dasar itu, kita tidak bimbang sangat. Kalau kita tidak menentang pun, dunia menentang. Kita tunggu sahaja kejatuhannya.

    Saya akan fokus kepada Maulidur Rasul. Wahabi itu dilahirkan oleh orang putih. Mereka gunakan seorang ulama bernama Muhammad Abdul Wahab. Kebetulan nampak Muhammad Abdul Wahab menyokong mereka. Muhammad Abdul Wahab ini orang asli Arab. Orang Arab kata Badwi. Kita kata orang asli. Orang-orang Badwi diberi senjata oleh penjajah Inggeris untuk menjatuhkan kerajaan Othmaniah. Masa itu kerajaan Othmaniah menguasai Mekkah dan Madinah. Nampaklah orang putih itu bermusuh dengan kerajaan Othmaniah. Maka untuk jatuhkan kerajaan Othmaniah, mereka mendidik orang-orang Badwi main senjata. Orang putih bijak. Supaya orang tidak nampak mereka itu kejam maka mereka lakukan seolah-olah penentangan itu bukan dari mereka. Direkakan satu kumpulan Islam sendiri untuk menentang iaitu kelompok muda atau kelompok baru untuk menjatuhkan kerajaan Othmaniah. Tokohnya ialah Muhammad Abdul Wahab. Mereka mengatakan Abdul Wahab ini mujaddid.

    Orang putih faham kekuatan umat Islam itu kerana dia fanatik dengan Rasulullah. Kerana dia selalu ingat Rasulullah dan hatinya berpaut dengan Rasulullah. Ini kekuatan. Dari Rasulullah pergi kepada Allah. Maka mereka memikirkan bagaimana hendak buang kekuatan ini. Jadi maka diciptalah ajaran baru yang menganggap siapa yang menyambut hari lahir Rasulullah, itu bid’ah. Bid’ah dhalalah. Sesat. Dia hendak tanggalkan kasih sayang umat Islam terhadap Rasulullah. Supaya orang nampak Muhammad Abdul Wahab. Ini memang ditaja oleh orang putih. Ini satu strategi yang sangat bijak yang mana mereka boleh campur tangan dalam ajaran agama Islam. Yang menerima itu adalah orang-orang Badwi yang tidak ada ilmu dan hanya tentang kambing, unta mereka sahaja. Bila dengar Muhammad Abdul Wahhab itu tokoh besar dan mujaddid, mereka lupa Rasulullah. Hati terpaku dengan Muhammad Abdul Wahhab. Ini memang kejayaan besar tajaan orang putih.

    Apa yang berlaku di Saudi seratus tahun yang lalu ialah orang putih menawan negara itu dari kerajaan Islam Othmaniah yang berkuasa di sana. Mereka telah menggunakan taktik memberikan senjata kepada orang Badwi dan dilatihlah. Bila orang Badwi itu sudah pandai main senjata, orang Putih tampilkan ketua mereka iaitu Muhammad Abdul Wahhab. Maka digelarkan mujaddid pula. Seronoklah orang-rang Badwi yang kalau di malaysia ini ibarat orang-orang Asli itu, sebab ketua mereka mujadid rupanya. Ertinya keturunan Raja di Saudia hari ini adalah dari keturunan orang Asli Arab yang sebenarnya bukan dari keturunan Raja. Dilantik oleh orang Inggeris yang hendak menjatuhkan kerajaan Islam Othmaniah.

    Lihat bagaimana orang putih menaja satu mazhab. Dengan diberi satu kelompok itu, kekuatan. Ajaran itu tidak akan kuat kalau tidak dikuatkuasakan. Kalau hanya ada kefahaman sahaja tetapi tidak ada kuasa dan dikuatkuasakan, tidak ada negara, tidak ada pemerintah, siapa hendak mengamal ajaran itu. Musuh Islam itu bijak. Mereka tahu, untuk dihalang tidak boleh. Jangka panjang, penjajah akan pulang juga maka sebelum mereka balik, mereka letak racun dulu untuk merosakkan agama Islam. Ditajanya satu ajaran, dengan ditonjolkan seorang ulama waktu itu dan digembar-gemburkan bahawa orang itu adalah mujadid. Orang putih faham ini ajaran yang mereka reka itu tidak kuat kalau tidak diberi kuasa. Maka mereka pun carilah Badwi-badwi, beri senjata, latih berperang, minta mereka membesarkan Muhammad Abdul Wahhab. Orang Badwi itu bukan faham apa-apa. Bila orang putih tonjolkan seseorang, maka dia dipandang besar lah.

    Salah satu kekuatan umat Islam hilang apabila ajaran wahabi ini dikuatkuasakan. Mereka menghilangkan Rasulullah, agar jangan disebut lagi. Padahal bila sebut Islam, orang faham otomatik nampak Rasulullah, sebab Allah beri Islam itu kepada Rasulullah. Itu dari segi psykologi. Tapi kalau lama-lama dibua, yakni melupakan Rasulullah, ertinya orang tidak tahu Islam ini diberi pada siapa. Jadi ditarik satu kekuatan. Kalau ada Maulidur Rasul, orang teringat-ingat balik kepada Rasulullah. Bila itu dihapuskan, orang langsung tidak ada sebab, tidak ada kesempatan untuk teringat kepada Rasulullah. Kalau ada Maulidur Rasul, paling tidak, sesekali teringat balik. Padahal Maulidur Rasul itu pun tidak cukup lagi untuk mengenang jasa nabi.

    Nota kaki
    1. Golongan Wahabi berpusat di Arab Saudi termasuk semua Kedutaannya diseluruh dunia.

    2. Tak semua golongan militan tertolak, tetapi jika militan menghalalkan cara, itu yang tertolak (contoh pembubuhan kejam diluar tabiat peperangan). Dalam hadis menyebut, “Peperangan itu adalah tipu daya.” Dalam hadis itu disebut peperangan. Tidak disebut jihad. Kenapa Islam sewaktu-waktu menyebut peperangan dan sesekali menyebut jihad. Sebenarnya di antara jihad dengan perang ini, jihad lebih besar. Lebih global. Bila dikatakan perang, ia adalah satu juzuk kecil dalam jihad. Tidak boleh dikatakan jihad itu perang tetapi bila dikatakan perang, ia termasuk dalam jihad. Kalau begitu, di sini kita dapat lihat, pengertian perang itu sangat kecil. Cuma ia hebat. Maksudnya kecil tetapi dahsyat. Sebab bila dikatakan perang itu mesti guna senjata. Padahal peranannya kecil. Ia hanya sebahagian daripada jihad. Ia dahsyat dan mendengarnya itu menggerunkan. Bila dikatakan jihad, itu besar. Ada lahir ada batin. Berdakwah dan menuntut ilmu itu jihad. Mencari rezeki yang halal juga jihad. Mencari-cari keluarga yang sudah lama tidak dijumpai pun termasuk jihad. Bermusafir untuk mencari pengalaman dan ilmu termasuk jihad. Berusaha untuk mendamaikan dua puak yang bergaduh juga jihad. Hendak mendidik nafsu, membuang mazmumah, semua itu termasuk jihad batin.

    Jadi bila bercakap tentang jihad, sifatnya tidak yang menakutkan. Kerana peranan jihad ini ialah untuk mempengerahui orang, hendak beri kasih sayang yakni supaya kita dapat beli hati orang. Perang tidak begitu. Perang adalah satu keadaan yang mana tidak dapat dielak dari samada kita bunuh orang atau orang bunuh kita. Sangat mencemaskan. Perang itu tipu daya. Di sudut itu saja. Sebab dia dahsyat. Kalau kita tidak lakukan tipu daya, mungkin kita kena bunuh. Tapi atas nama jihad, tidak boleh membunuh. Sebab jihad itu maksudnya hendak bagi kasih sayang. Bukan hendak lahirkan kebencian. Hendak beli hati orang. Bukan sampai orang sakit hati. Tapi kalau dalam jihad ada orang sudah sakit hati, itu tidak betul.



    SOALAN:
    Jika dulu, susah untuk cintakan Rasulullah tetapi sekarang rasa sangat dekat dengan baginda, kenapa?

    Manusia ini ada yang mendapat kesedaran itu secara biasa iaitu kerana ada orang ajar atau ada orang dakwah, maka dia pun sedar. Ini biasalah. Ada juga cara yang luar biasa iaitu atas faktor keramat. Ini mungkin faktor mukjizat Rasulullah. Kalau tidak, senang ke hendak ada rasa cinta terhadap Rasulullah. Walaupun dari segi keyakinan, kita tidak tolak baginda tetapi cinta sudah tidak ada. Sudah tidak ada hubungan. Senang kah hal itu hendak dididik atau diubah. Ini faktor keramat.

    Bila kita menyambut Maulidur Rasul, itu menyedarkan lagi tentang perlunya cinta kepada Rasulullah. Bagi kita yang di hujung-hujung ini, teringat balik kepada Rasulullah. Begitulah message sambutan Maulidur Rasul. Tidak lebih dari itu.

    Apa yang dibuat oleh umatnya itu seolah-olah diteropong oleh Rasulullah. Seolah-olah dunia dan umat Islam ini berada di atas sebuah dulang. Rasulullah lihat umat nya berdakwah, mengaji, berjuang. Kalau tidak begitu, apa ertinya kita baca “assalamualaika ayyuhannayyu”. Agar terhubung dengan baginda.

    Mengapa dikatakan “assalamualaika ayyuhannabiyyu”

    Cuba lihat kemampuan roh. Pakai akal memang tidak logik. Lebih-lebih lagi apabila roh telah berpisah dari badan. Berjuta-juta umat Islam cakap kepada Rasulullah “assalamualaika ayyuhannabiyyu”, Rasulullah boleh jawab. Secara fizikal, kalau dua orang beri salam pada kita, kita tidak boleh jawab serentak kepada mereka. Saya hanya jawab pada salah satu dahulu. Tapi roh mampu sebab ia bukan fizikal. Sistemnya sudah lain. Kalau tidak apa ertinya Tuhan suruh beri salam kalau Rasullullah tidak tahu. Salam itu supaya kita sentiasa terhubung dengan baginda. Kena sentiasa terhubung dengan Rasulullah.

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=169023272962&id=40569674495&ref=nf

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=169023272962&id=40569674495&ref=nf

    KPI







    "Mama, klu kakak dapat highest mate, apa mama nak kasi," tanya puteri sulung takala aku mendapatkan mereka. "Ermm..kakak nak apa", tanyaku pula kepadanya. Dia tersenyum wajah persis papa. "Kakak nak mama increasekan daily allowance....ala mcm kerja jugalah klu KPI bagus ada kenaikan gaji, promotion, so kira ni KPI kakak baguslah", terangnya bersemangat. Aku mengangguk tanda setuju.



    Dilahirkan sebagai anak sulung dia mempunyai fokus pencapaiannya tersendiri tanpa perlu kita menerangkan kepadanya. Sedari usia kindergarden aku dan suami tidak perlu berkerja keras dalam memberikan pendidikan asas sebelum ke sekolah di usia tujuh tahun. Dengan rutin kerja yang menyebabkan aku dan suami selalu lewat pulang ke rumah memyebabkan kadangkala kami tidak sempat untuk menyemak persekolahannya. Agak terkedu bila ditegur oleh guru kindergarden berbangsa India yang perasan keterlekaan kami berdua. Dia memberitahu kami bertuah mempunyai anak sebegitu kerana tanpa tunjuk ajar dia mampu melakukan semua kerja sekolah walaupun usia seawal 4 tahun. Guru tersebut juga berkesanggupan untuk menjaga puteri sulung saat kami menghadapi masalah dengan pembantu rumah. Namun dek perbezaan agama suami menolak permintaanya dengan baik. Apa yang paling membanggakan kami puteri ini mencapai keputusan yang cemerlang mengatasi pelajar berbangsa lain di kindergarden 6 tahun.



    Memasuki peringkat sekolah, masih menunjukkan prestasi yang sama. Sifat peramah dan mudah mesra amat ketara. Sebagaimana di kindergarden, guru-guru di sekolah memberi pendapat yang sama mengenai puteri sulung.



    Anak adalah amanah daripada Allah SWT. Anak jua adalah anugerah yang tiada nilainya. Ada anak yang amat menonjol kebolehannya sedari usia sehari. Ada anak yang kelebihannya akan ketara di masa hadapan. Setiap pemberian dariNya ada kelebihan tersendiri dan sebagai pemegang amanah kita patut warnai mereka agar aras petunjuk prestasi mereka sebagai umat Islam berada disatu peringkat yang mana mampu membawa mereka ke jalan yang diredhai Allah SWT. Amin.

    01 November 2009

    Nurkasih....





    Nurkasih drama arahan Khabir Bhatia mendapat tempat dihati ribuan rakyat Malaysia. Mengapa?. Nurkasih merupakan drama yang dekat dihati orang melayu yang beragama Islam dek kerana itulah ia melekat dihati peminatnya. Ia bukan berkisar hanya kepada kisah cinta tetapi keseluruhan kehidupan masyarakat melayu itu sendiri. Misalnya, permilihan jodoh atas dasar agama, sekufu dan keluarga dititik beratkan ianya adalah suatu yang digunapakai oleh orang melayu dalam mencari jodoh untuk anak-anak mereka suatu ketika dahulu.

    Pemilihan berdasarkan sekufu adalah amat penting dalam membentuk persefahaman dalam kehidupan berumahtangga. Bukan mudah untuk menyesuaikan sesuatu yang baharu sedangkan kita dididik dengan kehidupan keluarga bertahun lama. Perkahwinan bukanlah seperti bercinta kerana perkahwinan melibatkan ramai orang-orang dipersekitaran kita. Kita harus menerima orang-orang yang berada dipersekiran pasangan kita sebagai sebahagian daripada kita. Menerima ibu-bapa mereka sebagai ibu bapa sendiri.
    Watak-watak yang dijelmakan dalam drama ini sebenarkan ada dalam diri kita sendiri samada kita sedar ataupun tidak. Mungkin Nur Amanina yang luhur, Sarah, Katrina, Aliya...tepuk dada tanya iman. Sebab kita sahaja yang kenal siapa diri kita. Sejauhmana kita rapat ibu mertua kita, atau kita masih mempunyai rasa curiga, dan pelbagai.....




    30 October 2009

    Bantal Lama Tilam Baru




    Sebenarnya sekadar mahu berkongsi apa yang aku tonton semalam. Berada dipersekitaran yang mana terlalu memanipulasikan orang perempuan membuatkan aku merasa tidak puas hati.


    Tajuk ini diambil daripada forum perdana TV1.


    Sebenarnya aku tertarik dengan apa yang diperkatakan oleh Ustaz Farid Ravi. Suatu benda yang acap aku ulangi pada setiap lelaki sehinggakan abangku mengelarkan aku "ustazah". Dari pandangan ustaz Farid Ravi tip-tip kebahagian yang meriah dipasaran tidak berguna. Bayangkan jika ibu yang mempunyai anak 5 atau 6, ada ke masa untuknya bersolek, berdandan tentulah tidak. Di sinilah timbul peranan lelaki. Toleransi. Anak pandai buat makan pandai-pandailah membantu isteri dalam urusan rumahtanggan. Jika kita lihat pasangan-pasangan yang bahagia kita dapati toleransi suami amat tinggi. Suami mampu merendahkan ego ketika di rumah yang mana ianya akan menimbulkan keserasian hidup berumah tangga. Suami sebegitu faham situasi isteri yang berdepan dengan kerenah anak-anak dan kesibukan menguruskan rumah tangga. Jadi mereka tidak meminta lebih malah memberi tangan meringankan beban isteri.

    Buanglah perangai yang tipikal tidak menyumbang apa-apa menafaat melainkan rasa sakit hati dan penderaan mental terhadap isteri dan isi rumah lain.

    Kadang-kadang kita melihat seorang wanita dengan anak sepuluh namun masih tenang dan tersenyum. Biarpun kadangkala rumah bagaikan pusat asuhan. Ini adalah kerana peranan suami sebagai pemimpin yang benar-benar melaksanakan kepimpinannya semasa berada di rumah.

    Jangan pula ada yang mengatakan sang isteri pemalas jika ternampak suami melakukan kerja-kerja rumah.


    28 October 2009

    Mulia hati








    Tangan yang memberi lebih baik dari yang meminta.


    Tangan kanan memberi sembunyikan tangan kiri.




    Mulia hati. Tidak terungkap dengan perkataan betapa mulianya insan yang memberi tempat perlindungan kepada anak-anak yatim dan anak-anak jalanan yang sangat memerlukan ihsan dan belaian kasih sayang. Mereka amat mulia. Saat orang lain mengejar material. Saat orang lain bergelumang dengan pelbagai kemeriahan dunia mereka memberikan seribu harapan kepada anak-anak kecil yang kehilangan tempat perlindungan untuk membina suatu sinar baru.




    Raya 2006. Jalan TAR. Saat orang ramai bergelut menyiapkan persiapan hari raya termasuklah aku sendiri. Aku masih tidak dapat lupakan anak gadis kecil sebaya dengan putri sulungku seolah mencari sesuatu.Terdorong bertanyakannya, "tunggu mak yer, tanyaku padanya. "Tak tunggu cikgu dia pi parking kereta", jawab anak gadis kecil itu. "adik drp mana", tanyaku memandangkan loghat utaranya agak pekat. "Rumah anak yatim, Kedah", jawabnya tersenyum. Aku tersentak dan air mata mula bergenang. "Cikgu dah sampai",tangannya memegang tanganku diciumnya. Terpaku aku seketika. Hanya mampu kudoakan agar anak itu dilindungiNya begitu jua dengan anak-anak lain.

    Suatu impian yang masih tertanam. Suatu hasrat mungkin suatu hari nanti. Insyaallah




    27 October 2009

    Suatu Amanah

    "Eh..hari tu nampak Humairaa...berjalan dari arah Esso, mana dia pergi"? tanya seorang jiran yang mana menimbukan kemuskilanku. Humaira yang kami sekeluarga panggil alang merupakan anak yang mudah mesra dengan sesiapa sahaja. Keletah, aktif, yakin diri merupakan sifat kedirinya semenjak bayi lagi. Namun sifatnya itu kekadang menimbulkan gerun dihatiku apatah lagi dengan pelbagai kejadian yang menimpa rakan sebayanya disekitar Klang Valley ini. Resah. "Ya Tuhan Lindungilah anak-anakku daripada kezaliman manusia".

    "Alang pernah pergi taman dekat dengan petrol kios tu ke", tanyaku petang semalam tanpa menunjukan sebarang reaksi. "Haa aa..Alang ikut Lokman". Suatu kelebihan anak ini sukar baginya menidakkan pebuatan yang pernah ia lakukan. "Lepas ni Alang jangan pergi tau ..bahaya", dan kuterangkan kepadanya akan ancaman yang berkemungkinan jika ia jauh dari kawasan sekolah.


    Aku menarik nafas panjang.

    Mereka adalah suatu amanah yang tiada galang ganti. Amanah yang perlu kita bajai supaya mereka menjadi generasi pelapis warisan bangsa yang mampu berbakti kepada agama, bangsa dan negara. Generasi yang tidak pernah lupa akan perjuangan nenek moyangnya. Generasi yang tidak leka dengan pelbagai daki bawaan budaya asing....

    20 October 2009

    Mimpi...

    Mimpi dikatakan "umpama mainan tidur". Adakalanya mimpi memberi tafsiran terhadap sesuatu ia umpama "6th sense" individu tertentu. Aku jarang bermimpi. Aku sendiri sukar untuk mempercayai mimpi kerana takut terjerumus dalam lohongan syirik.
    Semalam aku bermimpi berkenaan seorang teman dan aku terbangun ditengah malam dek mimpi itu. Beristifar dan berdoa moga tiada musibah melanda teman tersebut. "Ya Allah, lindunginya dan pelihara dia dan keluarga daripada musibah....". Kata suami mungkin aku memikirkannya. Tidak. Aku jarang memikirkan hal orang lain. Rutin harian dan anak2 membuatkan mindaku tidak mampu memikirkan perkara lain selain daripada kerja dan keluarga.

    09 October 2009

    Yang kurindui....

    Saat ini dan detik ini....kupejamkan mata seketika sekelilingku pohonan nipah digenangi air jernih, dicelah pelepah nipah kelihatan buih-buih ikan laga dan kelihatan anak puyu dan selat berligar mencari makanan di tepian pokok pinang kecil. Angin barat laut menepis rambut...dingin. Anak padi mulai menghijau menutup permukaan sawah.

    Saat ini dan detik ini....kupejamkan mata seketika hidung terhidu bau segar kehijauan, keenakan masakan mak dan keceriaan alam

    Saat ini dan detik ini....kupejamkan mata seketika senja yang aman tanpa kucar kacir kesesakan dan mengejar masa yang tidak pernah bercukupan.

    Saat ini dan detik ini....kupejamkan mata seketika dan ketemui wajah tenang emak, abah dan saudara erat berpegangan

    Saat ini dan detik ini....kupejamkan mata seketika dan kuamati wajah girang anak dan yang tercinta....

    Saat ini dan detik ini....kupejamkan mata seketika dan amat indah benar anugerahMu ya Ilahi terima kasih atas pemberian ini

    ...Kedah

    Keputusan satu tahun lagi kami sekeluarga di sini, bumi klang valley. Pulang ke Kedah. Ada yang bertanya, "betul ke", "dah pikir abis", "ko biar betul". Selama ini aku dan suami bertangguh dari setahun ketahun dan kami masih lagi di sini. Memang jarak Selangor dan Kedah tidak sejauh Mesir dan Malaysia namun kami mahu pulang berbakti kepada orang tua sebelum kami atau mereka tiada di dunia ini. Bak kata orang, "teman boleh di cari, harta ada di mana-mana namun saudara tidak mungkin ada galang gantinya". Berkali abah dan mertua bertanyakan soalan sama, "bila nak balik dok sini?". Jawapan ringkas dari aku dan suami,"nanti la".
    Keuzuran Tok Yah pada tahun ini memberi pengajaran pada kami. Memang tidak jauh jarak Selangor dan Kedah namun jika tiba masa keuzuran dan kematian kita tidak akan secepat 30 minit untuk sampai ke sana. Kenkangang cuti menjadi masalah untuk menjaga orang tua saat keuzuran mereka jika kita berada dalam jarak yang jauh.
    Teringatkan abah, mak, mertua dan seluruh ahli keluarga di sana. Kekadang terasa ralat yang amat bila dikhabar kematian saudara tertentu yang mana kita tidak dapat menghadirkan diri.

    18 September 2009

    Merajuk pada yang sayang

    Kata orang lama, merajuk biarlah pada yang salang barulah ada timbal balasnya. Rajuk dikatakan salah satu senjata wanita selain airmata. Namun aku jarang menggunakannya, sedari kecil mak selalu berpesan jangan suka merajuk nanti rugi terutama apabila berdepan dengan rezeki. Pesan mak lagi jangan merajuk apabila disakat abang atau kakak nanti kita menjadi pendendam kerana sakat adik beradik merupakan asam garam dalam sesebuah keluarga. Mak juga pernah berkata orang yang suka merajuk jarang disukai orang kerana sifat itu. Oleh itu aku memang jarang merajuk dan jika merajukpun aku akan pujuk diri sendiri supaya lebih positif. Kata teman sifatku ini menyebabkan ada pihak lain mengambil kesempatan....
    mungkin benar dakwaan temanku.
    Mungkin perubahan hormon di ramadhan ini tetiba mood bertukar. Merajuk. Puteri sulung perasan rajuk mamanya.
    Benar sungguh rajuk itu senjata wanita..........

    15 September 2009

    Raya @ Balik Kampung

    "Hang tak pernah balik kg ka, beriya sangat", tanya teman bila melihat aku beriya pulang ke kampung setiap kali menyambut aidil fitri. Bukan aku jarang pulang ke kampung tetapi balik menyambut hari raya berlainan. Hari raya bukan sahaja kita merayakan kemenangan kita menahan nafsu ketika ramadhan tetapi ia adalah bulan kita bermaaf-maafan. Ketika ini juga kita dapat bertemu dengan saudara yang jarang-jarang bertemu. Ianya umpama pertemuan setahun sekali. Meriah.
    Tidak kiralah beraya di mana sekalipun ianya penuh dengan senyuman, warna-warni dan kegembiraan.
    Mempunyai keluarga besar membuatkan perayaan ini lebih meriah dan saat inilah dapat mengenalkan saudara mara kepada anak-anak. Biar mereka kena akar mereka.
    Jika beraya di pida sanglang selalunya rumah abah menjadi tumpuan saudara mara memandangkan mak anak sulung keluarga dan abah pula abang tertua yang masih ada di dunia ini. Jadi rumah di tengah sawah itu menjadi tumpuan anak, cucu, adik, anak saudara, sepupu dan saudara yang lain. Riuh rendah dengan gelak tawa apa tidaknya setahun sekali bertemu sepupu sudah tentu ada yang bertambah ahli keluarga. Melihat wajah-wajah anak saudara mengenangkan semula zaman kanak-kanak lalu. Ceria tanpa duka. "Comel, anak sapa ni", tanyaku pada anak kecil yang datang beraya rumah abah. "Anak Mie, Cucu Harison", petah anak kecil itu menjawab. Ohh cucu mak su rupanya. Makin membesar keluarga Tok Cah & Tok Taib sehingga aku tidak mengenali anak-anak sepupuku sendiri malah ada sepupu yang telah bercucu pasti aku sendiri tidak mengenali jika tidak dikenalkan. Tahun ini lebih bererti memandangkan ada anak buah yang bertemu jodoh tahun ini sudah pasti mereka tidak berseorangan menyambut hari yang mulia ini.
    Tahun ini hari raya akan disambut di Sungai Petani iaitu kampung suami. Kebiasaan hari raya bagi keluarga suami, kami secara berkumpulan akan beraya ke rumah Tok Yah dan saudara Mak Manis dan Ayah. Saat inilah aku dapat mengenali lebih dekat keluarga besar Tok Yah Dan Tok Nab. Memandangkan Tok Yah telah kerahmatullah seminggu sebelum ramadhan mungkin ada perancangan yang berbeza tahun ini. Namun jika diberi pilihan aku akan memilih beraya di kampung ayah, Kuala Ketil. Tempatnya nyaman dan sejuk dan terasa suasana kampung yang sebenarnya. Anak-anak jugak amat selesa jika berada di Kuala Ketil dan Sanglang.
    Saudara mara adalah aset yang amat besar dalam kehidupan kita persengketaan merupakan liabiliti yang mengurangkan ketenangan dalam jiwa.....Selamat Menyambut Aidil Fitri

    03 September 2009

    7.9.97

    Perkongsian hidup dengan seseorang yang amat istimewa dan memenuhi syarat mak, "seseorang itu mesti berasal dari Kedah dan mempunyai sekufu kuat dengan keluarga kami". Bukan bermaksud kenegerian cuma sifat seorang ibu yang tidak mahu kehilangan anaknya ditambah lagi dengan pelbagai cerita negative yang sering didengarinya.

    Sekufu yang kuat mengeratkan lagi hubungan aku dengan sidia ditambah lagi kami daripada sekolah yang sama.

    Perkahwinan adalah penyatuan dua keluarga dan membesarkan lagi keluarga sedia ada. Dek kerana itulah jika orang kedah datang merisik seseorang mereka akan memulakan dengan mukadimah, "kami mai nak cari adik beradik". Dalam merisik mereka mula berkenalan antara satu sama lain dan barulah mereka pergi ke pokok perbincangan iaitu penyatuan dua insan.

    Cinta pada yang Esa adalah segalanya. Dengan zatNya itulah manusia membesar berpuak-puak dan berbangsa-bangsa. Tanpa kun fa ya kunNya kita tidak akan disatukan walau bertahun lama kita menganyam cinta.

    Terima Kasih Ya Allah dengan sebutir nikmatMu ini.
    Terima Kasih Abah, Mak, Ayah, Mak Manis dan Kakak serta Abang atas restu dan doa anda semua.
    Terima Kasih papa kerna menerima seadanya....

    21 August 2009

    marhaban ya ramadhan

    "marhaban ya ramadhan ......", ucap teman Iranian. "Marhaban...congratulation...", sahutku. Begitulah sepanjang minggu ini apabila bertemu dengan teman-teman timur tengah. Benar-benar terasa akan kehadiran ramadhan. Semalam menerima kurma sempena ramadhan. Jazakallah semoga ramadhan kali ini lebih baik dari yang lepas. Ada kelainan mungkin kehendakNya untukku menikmati suasana yang berlainan di ramadhan 1430 ini. Terima Kasih Ya Allah....Alhamdulillah.

    Humairaa antara yang teruja dengan puasa kali ini. Apa tidaknya tahun lepas dia masih dalam keadaan "blur". Selalu bertanya kenapa mesti makan malam walaupun sudah diterangkan beberapa kali. Tahun ini dialah yang beriya-iya mahu berpuasa penuh 30 hari. Kakak dan Abangnya hanya tersenyum mendengar azam adik.

    Ramadhan mengenangkan semula aku di laman abah di pida sanglang. Merindui alunan suara mak & abah membaca ayat-ayat Al Quran bergilir-gilir. Keluarga kami bukannya alim namun abah dan mak mempraktikkan membaca Al Quran di masa senggang. Dek kerana itulah kami adik beradik sedikit terikut dengan gaya bawaan mak & abah.

    Ramadhan jua sering membalikkan ingatanku saat menjalani kehidupan di asrama bumi Jitra. Beratur bersama teman-teman di dewan makan. Keluar beramai-ramai di bazar ramadhan Pekan Jitra untuk membeli juadah berbuka. Paling meriah ialah saat berterawih disurau. Bersama teman berlumba membaca Alquran....Indah benar zaman itu.

    Marhaban ya Ramadhan moga kali ini lebih baik dari yang lepas....

    Cita-cita, harapan dan impian?

    Semalam secara tidak sengaja semasa mencari beberapa dokumen aku terjumpa nota kecil yang menjadi temanku takala usia belasan. Tersengih-sengih aku membaca semula apa yang kutulis dulu. Kelakar. Terutama berkenaan orang yang kini menjadi suamiku. Orang tua-tua telah berpesan jangan terlalu membenci seseorang kerana mungkin suatu hari kita akan menyukainya.

    Aku dan impian serta nota-nota kecil yang masih utuh bersamaku. Ketika bersekolah rendah rutin harian persekolahanku dihantar oleh abah. Cemburu ketika itu melihat teman-teman berbasikal ke sekolah. Mungkin kasihankan adik bongsunya yang asyik meminta lantaran itu aku dibeli basikal oleh Kak Da. Biarpun beberapa kali terjatuh dalam sawah padi aku tidak pernah merasa bosan berbasikal. Pergerakkan mulai luas dengan lebih kilometer. Teman berbasikalku saat itu ialah anak buahku yang comel, Normah. Bersama-sama kami meneroka jalan-jalan pida dan ianya makin meriah jika hari raya.

    Memasuki tahun 6, aku sering mengikut abang bermotor. Bukan merempit. Sekadar bergerak ke Pekan Kodiang atau Kangar. Aku mulai teruja dan abah memberi tunjuk ajar cara-cara menunggang motor. Kilometer bertambah. Bergerak tanpa lesen selama hampir 6 tahun. Pernah beberapa kali dimarah abah dan kakak-kakak. Mereka mulai resah jika cuti sekolah bermakna aku akan berada di rumah dan bermulalah aktiviti motorku.

    Selepas menduduki peperiksaan SPM, abah mendaftarkan aku di sebuah sekolah memandu Kodiang. Sesuatu yang membuatkan aku teruja. Namun ketika itu untuk memandu di jalan pida yang kiri kanan mempunyai taliair membuatkan aku sedikit gusar dan satu kemalangan kecil ketika bersama kawan-kawan membuatkan aku mulai phobia memandu dan ada keinsafan tersemat dihati.

    "Anak Bongsu selalu buat mess dalam family", terkenangkan kata-kata seorang pemilik firma audit semasa aku ditemuduga olehnya. Temuduga pertama itu banyak memberi kesan dalam jiwa.Diceritakannya juga perihal adik bongsunya dan aku merasai seolah yang bercerita itu adalah abangku sendiri. Sentiasa saja ada insan yang memberi bimbingan dan nasihat. Tuan Syed, En Hassan, Mr Goh, Kak G, dan Kak Cik Sawiyah antara insan mulia yang memberi tunjuk ajar tanpa timbal balas.

    Kini, "Ayang rasa susah tak nak bawak heli or plane", tanyaku pada suami semalam takala memandang sebuah helikopter tinjau polis berdekatan kejiranan kami. "Kena masuk kelas la", jawab suami seolah dapat membaca akalku. Aku tersenyum, mungkin siapa tahu....tentu indah dapat melihat sawah padi terhampar luas dihiasi jaringan taliair.

    20 August 2009

    Senarai Chef Di hatiku

    Sudah menjelang bulan ramadhan, masa inilah aku terkenangkan Pida Sanglang. Aku kurang mengemari makan diluar mungkin faktor kesihatan yang membuatkan aku mengelak daripada mendekati makanan yang dicampur pelbagai perasa terutamanta MSG diluar sana. Deriaku mudah terasa jika ada MSG dicampur ke dalam makanan itulah kelemahanku dalam menikmati makanan.

    Senarai pertama dalam senarai chef kesukaan adalah Puan Mah iaitu mak. Tiada siapa boleh menandingi kehebatan memasak mak terutama kuah kacang dan ketupat palas. Bila mak memasak kari (gulai orang utara) bagai secukup rasa. Begitu jua dgn sambal belacan amat beraroma sekali apabila menikmatinya. Apa jua masakan mak memang ada kelas tersendiri. Mak...makkk....sayang mak

    Tempat kedua adalah abah. Aku suka kalau abah masak mee hoon hailam, mee kuah dan tom yam. Abah jarang menggunakan sayuran biasa selalunya jika memasak mee atau mee hoon yang berkuah abah akan menggunakan pucuk kacang panjang rasanya lemak dan amat enak dimakan.

    Tempat ke tiga pula chef dihatiku ialah Abang dul dan isteri. Abang Dul seorang yang suka mencuba setiap resepi baru dan setiap percubaannya sentiasa berjaya dan aku pula merupakan orang yang paling gemar mencuba masakannya. Masakkannya yang tidak aku lupakan ialah terubuk stim berempah, pehh memang sedap. Kak Ros, isteri abang dul merupakan kelahiran Melaka. Aku amat sukakan asam pedas dan rendang yang beliau masak memang terangkat. Dan beliau juga yang mengajarku cara-cara membuat rendang nogori.

    Chef ke empatku ialah Mak Jang, Petaling Jaya. Laksa, mee kuah dan acaq buahnya memang membuatkan aku selalu sahaja mahu bertandang ke Jalan Templer.

    Chef ke lima ialah kakak anie, beliau memang terkenal di kalangan ahli keluarga kehebatan masakannya, aku merindui kueh kacang sepat buatannya.

    Tempat ke enam pula ialah Kak Minah iaitu kakak iparku mungkin pernah berada lama di rumahnya dan masakannya hampir menyamai masakan mak membuatkan aku sentiasa teruja apabila menikmati masakannya. Kak Minah umpama kakak kandungku dan sayangku padanya sepertimana pada kakak-kakak kandung yang lain. Hatinya tulus dan ikhlas. Semoga Allah SWT sentiasa merahmatinya.

    Tempat ke tujuh jatuh kepada Mak Teh, Kuala Kedah. Mak teh memang pakar dalam soal masakan dan pernah membuka kedai makan di Sintok suatu masa dahulu dan aku tidak pernah menolak jika dipelawa menjamu selera di rumahnya.

    Seorang lagi Mak Teh memasuki senarai ke lapan iaitu Mak Teh Paridah Sg Pasir, laksa yang dimasak mak teh memang sedap.

    Seterusnya senarai ke 10 ialah kak Da. Kak Da merupakan anak 7 dalam keluargaku. Berbanding dengan kakak yang lain aku lebih rapat dengannya memandangkan beliau lebih terbuka dan memandangkanku sebagaimana aku. Kak Da ada kekuatan tersendiri dan kekuatan itulah yang membuatkan aku amat kagum dengannya. Wajahku persis beliau berbanding kakak lain. Jika pulang ke Kedah aku akan meminta Kak Da memasak Asam pedas rebus keladi. Memang sedap.

    Jika ingin menikmati cucuq udang yang enak silalah bertandang ke rumah mertuaku, Puan Manis. Tidak dapat dinafikan cucuq udang dan kuah kacang dari tangannya memang menakjubkan. Selalu bulan puasa atau beliau berkunjung ke KL aku pasti memintanya memasak cucuq udang speacial SP. Tempat ke sebelas. Mertua dikategorikan mertua moden. Menerima menantu seadanya mungkin disebabkan tiada anak perempuan membuatkannya teruja menerima menantu yang dianggapnya umpana anaknya sendiri. Membuatkan aku merasa bagai berada di rumah ibu sendiri apabila berada di rumahnya. Kami banyak berkongsi cerita dan rasa.

    Kesebelas ialah Kak Ma & Abang Lim jua anaknya Mastura& Intan. Anak beranak ini ada sentuhan tersendiri bila memasak dan memang menyelerakan. Kebetulan Mastura berkahwin dengan pakar bidang memasak membuatkan sentuhan-sentuhan masakan mereka meninggalkan kesan kepada orang yang memakannya.

    08 August 2009

    Bulan

    Bulan sering digambarkan indah sebagai mana lagu yang dinyanyikan oleh seniman P.Ramli "Engkau laksana bulan, tinggi di atas kayangan.....", dan bulan jua sering dirindui pungguk.

    Hari ini 17 Syaaban, semalam bulan mengambang penuh. Pemandangan ini sering kulihat takala berada di pida sanglang. Memandangkan rumah abah di tengah sawah hanya dikelilingi pokok-pokok kelapa, mangga dan beberapa pokok lain membuatkan cahaya bulan 15 ke atas acapkali tembus keberanda rumah abah. Kusingkap langsir balkoni dan bilik tidur utama, cahaya bulan tembus ke dalam rumah ku. Indah sekali nikmat yang Allah SWT kurniakan ini, Subhanallah.

    "Kakak bulan la....", Al Khattab memanggil kakaknya. Mereka adik-beradik bersamaku menikmati cahaya rembulan sambil menunggu kepulangan ayahanda.

    Anak-anakku telah arif dengan mamanya, sukakan fajar subuh, merenung mentari mendaki siang dan menatap terbenamnya sang suria serta membelek pokok-pokok renek. Indahnya alam dan sempurna mengikut rentak penciptaNya. Dan bila kita menghayati keindahan ciptaan Allah SWT sekaligus kita merasai kecintaan terhadapNYA.....Subhanallah, walhamdulillah,walailahaillah, Wallahuakbar.....

    Alfatihah..kepada semua umat mukmin, guru-guru yang menabur ilmu kepada anak bangsa

    07 August 2009

    Di sebalik Tanya dan bertanya....

    Kata mak, mulut manusia bukan seperti mulut tempayan/paip boleh ditutup bila kita inginkan dan membukanya semula bila kita perlukan. Mulut manusia tidak dapat kita duga dengan firasat kita dek kerana itulah timbul peribahasa "kerana pulut santan binasa, kerana mulut badan binasa". Bertanya adalah perkara lumrah bagi manusia semenjak kecil lagi. Naluri ingin tahu manusia amat tinggi. Ini menyebabkan ada yang amat suka bertanya walaupun ada perkara yang tidak perlu ditanya.

    Seorang teman rimas dan letih sekitaran yang sentiasa bertanya mengenai jodoh. Jodoh, ajal dan pertemuan adalah ketentuan Allah SWT. Mungkin orang yang bertanya ingin mencari calon sebab itulah dia beriya-iya bertanya.

    Teman yang lain pula selalu terasa hati bila diajukan mengenai cahaya mata tambah menghiris perasaan bila ada saudara atau teman terdekat yang mengandung maka timbulah soalan-soalan cepumas, "kau bila lagi". Usah bersedih dan usah bergundah Allah SWT maha mengetahui bila masanya akan datang cahayamata tersebut. Mungkin saat sebegini Allah SWT ingin kita memenuhi masa yang ada bersama suami/isteri, saudara, teman-teman dan ibadah.

    Bagi yang sentiasa mempunyai anak bersusun ada juga soalan terhadap golongan ini, "haaa..mengandung lagi, tak letih ke", "kau ni asyik buat anak saja", rezeki yang Allah SWT turunkan dalam pelbagai bentuk ada yang menerima sebagai harta benda, masa, kesihatan dan anak jua adalah rezeki daripada Allah SWT.

    Sebenarnya tidak salah bertanya namun harus dinilai dari segi sensitiviti soalan yang bakal diajukan.

    Pida...tetiba teringat mak cik radio kat pidasanglang

    Amanah Kita

    Keguguran kali ini mungkin bukan rezeki namun aku masih yakin akan kekuasaanNya. Badan agak lesu dek tekanan darah rendah. Kepala bagai jarum menikam-nikam. Kesihatan dan pemakanan harus dijaga kerana diri ini perlu menjaga amanah-amanah yang dikurniakan Dia. Apabila salah satu nikmat ditarik maka ia merupakan "hint" bagi mengingatkan kita akan kewujudan kita di bumi nan fana ini. Hanya sementara. Bila dan di mana itu adalah hakNya. Saat usia ku 20an aku menjangka tak mungkin aku dapat bertahan ke 30 an. Kun fa ya kun bukan milik kita dan ada amanah Allah swt perlu kujagai, perlu kubajai dan perlu diasuhi. Agar mereka bisa bila menghidupkan Addin. Agar mereka bisa meranapkan kejahilan dan senangtiasa di lurusi jalan mereka.
    Kutatapi satu persatu wajah putra putri dan moga Allah beri kekuatan.

    30 July 2009

    Marah sang suami

    Teringat pepatah melayu "marahkan anak tangan-tangankan, marahkan isteri tinggal-tinggalkan. Marah merupakan ledakan emosi akibat daripada geram, cemburu, dengki dan sesuatu yang berlaku diluar jangkaan.

    Acapkali kita dengar rungutan atau marah dipihak suami dek kerana isteri tidak tahu bergaya dan tidak menjaga penampilan diri. Alasan itu juga di gunakan untuk mereka menduakan siisteri.

    Ada pula si suami marah isteri lambat menyediakan juadah pagi, tengahari atau malam. Malah ada yang sanggup memaki isteri dikhalyak kerana kelewatan isteri melakukan sesuatu.

    Malah ada yang tidak dapat menahan perasaan marah apabila kereta yang dipandu isteri tergesel sesuatu.

    Selain itu lain-lain alasan yang membuatkan pihak suami marah lambat membuka pintu rumah, lambat menjawap telepon dan beberapa lagi.

    Namun jarang sekali kita dengar suami marahkan isteri kerana tidak menutup aurat, marahkan isteri kerana berhiasa takala diluar rumah semata menjadi tatapan lelaki ajnabi. Jarang juga kita dengar suami marahkan isteri tidak solat dan membayar puasa yang ditinggalkan ditahun lepas.

    Kemampuan sesorang suami itu memimpin diri dan ahli keluarganya ke jalan yang benar akan dapat mengelakkan dirinya dari kebinasaan (terjun ke dalam neraka). Jadi, kalau dia dapat mengelakkan dirinya dan ahli keluarganya dari terjun ke neraka, maka itulah bukti cintanya yang sebenar. Allah swt. terlah berfirman yang maksudnya:

    "Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu pelihara dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang mana bahan pembakarnya adalah terdiri dari manusia-manusia yang sombong dan engkar kepada Allah iaitu mereka yang kufur, munafik, musyrikin dan juga daripada batu-batu berhala.."

    pida- sentiasa berdoa agar dijauhi diri dan ahli keluarga dari azab api neraka

    15 July 2009

    Siapa Kawan, Rakan, Teman...

    Kawan, rakan dan teman adalah suatu hubungan sosial yang diperlukan oleh setiap insan dalam mewarnai kehidupan sementara di dunia ini. Namun kekadang kita tidak dapat medefinisikan siapakan kawan, rakan atau teman yang berada disekeliling kita.

    Ada kawan yang mana kita boleh berkongsi rasa tanpa digodam kembali kita dibelakang. Ada kawan yang makan kawan iaitu yang mempergunakan kita saat sesuatu yang mereka perlukan kemuadianya apabila merasakan tidak ada sesuatu yang diperlukan maka mereka berlalu begitu sahaja. Ada kawan yang menikam kawannya sendiri sebenarnya dia mencari perkara negative kawannya dan disebarkan. Ada kawan hanya berkawan kerana ingin menunjukkan status dirinya.

    Sedari kecil teman rapatku dan jua teman sepermainanku adalah anak buahku sendiri, Normah. Muda setahun dariku. Kami banyak berkongsi rasa dalam dunia kanak-kanak dan remaja. Aku merindui zaman itu. Zaman yang penuh dengan keceriaan dan gelak tawa. Bernaung zodiak yang sama mendekatkan kami dalam pelbagai perkara.

    Saat remaja menjengah, aku mulai rapat dengan shikin, mak su dan shipah. Antara kami tidak pernah ada pertelingkahan begitu jua dengan teman-teman lain. Aku berpegang kepada keamanan dan agak seram dengan pertengkaran dan pergaduhan. Persahabatan utuh hingga kini.
    Perkara yang amat penting dalam persahabatan ialah menghormati antara satu sama lain dan tidak mengunakan teman untuk kepentingan peribadi serta tidak mengodamnya dari belakang.

    Zaman kolej, mempunyai beberapa teman, namun hanya sekadar perencah kehidupan dan mungkin jua saat itu masa banyak dihabiskan dengan sidia membuatkan teman baikku hanyalah sidia. Dia (hubby) yang banyak memberi sokongan moral saat suka dan duka hingga kini.

    Alam pekerjaan ada beberapa teman kerja yang berbekas di jiwa antaranya Eleena, Liza, Kasma, Aminaton, Kak Gee, Kak Aspa, Kak Ina, Illa (K.Kangsar Princess), Jija anak pak Nam, Eena sitembam yang cute, Kak D, Kak Norul, Sarena dan Shikin Hanim.

    Kekadang dalam kita tidak sedar ada teman yang ada perhubungan perasaan dengan kita dan kita seolah terasa teman tersebut dalam masalah atau kesusahan. Teman tersebut amat sukar kita lupakan dalam kehidupan seolahnya seperti saudara sendiri.

    14 July 2009

    Anak nakal 2

    Minggu lepas, semasa mengambil anak di pusat jagaan aku dapati seorang ibu sedang mengadu sesuatu kepada penjaga. Apabila si Nadhira menjengah ke kereta bermulalah simagistrate muda ini membuat aduan. Al Khattab hanya berdiam diri. Humairaa seperti mana kakak bertalu-talu menceritakan kejadian yang berlaku di taska. Aku menarik nafas seketika dan memandang Al Khattab inginkan penjelasan daripadanya.
    Al Khattab bagiku nakal tetapi tahap kenakalan yang masih boleh dikawal. Nakal tahap biasa bagi anak-anak sebayanya. Semasa kecil anak pendiam ini lebih akrab dan serasi dengan papanya hingga usianya kini menjangkau 9 tahun. Minat dan hobi papa secara semulajadi menyerap ke dalam diri anak ini. Dia dapat membaca kemana papa akan pergi di hari minggu dan segala persiapan dilakukannya dari awal lagi. Petang minggu secara rutin sekiranya tiada aktiviti lain, dua beranak ini akan beraksi di padang berhampiran kediaman kami. Si kecil As Siddiq pun cuba diserap dengan hobi papa dan abangnya. Di belikan As Sissiq baju ala jersi pasukan kegemaran papanya.

    Aktif dan lasak itulah tagline Al Khattab, As Siddiq, Humaira dan Nadhira. Aku toleh semula saat kecilku ingin meneroka perasaan anak-anakku mungkin perasaan ingin mencuba, ingin tahun dengan metabolisma yang tinggi membuatkan diri kelihatan lasak dan aktif. Tidak pernah merasa penat, takut jua letih.

    Haa..sesekali terasa tua bila menghadapi keadaan ini.

    03 July 2009

    Makanan

    Saat mulut diserang ulcer, tiba-tiba aku teringatkan makanan takala aku di utara sana. Laksa kilo Nat Sabtu, Kodiang atau Nat Rabu Batu 4, Jalan Sanglang atau Nat Selasa Simpang 4 Perlis. Menelan air liurku seketika. Laksa dijual mengunakan ukuran kilogram, segala sayuran seperti tidak dipotong semasa dibeli.

    Saat panas sebegini rindu aku pada cendol pulut Hosba yang selalu aku dan teman-teman jamah sebelum sampai di Sintok. Tengah hari ini jua membuatkan aku terkenangkan mee bandung kedah yang aku rasakan tiada tolok rasanya dimana jua di Kuala Lumpur ini. Begitu jua dengan pasembornya.

    Apam Balik yang dijual di Kedah amat istimewa bukan sahaja murah tetapi kita merasa puas apabila merasainya. terasa jagung, kacang memang terasa apam balik yang sebenarnya. Anak-anakku jika pulang ke Kedah, mee hoon sup, laksa, pasembor yang mereka tidak pernah teringin makan di sini akan makan apabila berada di sana. "Ari tu kata tak makan mee hoon sup", tanyaku pada Nadhira. "Mama, bau dia pun dah sedap, dah makan memang sedap ma", terang anakku yang sulung itu.

    Paling kurindui pulut durian, erm.....sedapnya

    Kentut itu membahagiakan

    diambil drp email yang dihantaq hubby

    Jarang sekali kita dengar pompuan kentut kuat kuat terutamanya bila tengah keluar dengan lelaki. Mereka sanggup tahan kentut sampai biru biru muka semata mata tak mau kentut depan teman lelaki mereka. Padahal, lelaki sikit pun tak kisah jika pompuan terkentut. Adat la tuh dah nak terkentut. Paling kurang lelaki akan berkata ”Eh! Makan apa kentut busuk dan kuat sangat nih???“ Dan secara otomatik lelaki dan pompuan tadi akan ketawa bersama sama. Ini akan menjadikan hubungan mereka semakin ceria.

    Lelaki secara lazimnya terkentut secara tak sengaja. Dan apabila benda ni terjadi, lelaki dengan secara tak malunya akan mengaku depan teman wanitanya bahawa dia terkentut. Dan teman wanita secara spontan akan berkata ”Tak senonoh la…“ sambil mengejek manja teman lelakinya itu. Dan lihatlah betapa harmoninya hubungan mereka.
    Jika dahulu pompuan asyik menahan kentut ketika bersama teman lelakinya, namun kini pompuan dengan beraninya memberitahu lelaki bahawa dia nak terkentut. Pendek kata, kentut mintak izin. Tengok…bagaimana kentut mendidik pompuan supaya menjadi begitu tertib. Dan hubungan mereka secara tak langsung akan bertambah baik. Jika dahulu pompuan berkata perbuatan teman lelakinya yang asyik terkentut sesuatu perbuatan yang tak senonoh, namun kini dia semakin mengaguminya dan semakin menghormati…kerana itu adalah trademark teman lelakinya. Mana nak jumpa dah lelaki camtu…

    Akhir sekali, jangan sesekali malu jika anda terkentut ketika anda berkunjung ke rumah dan menemui ahli keluarga pasangan anda. Ini kerana jika anda terkentut, ahli keluarga pasangan anda akan gelakkan anda secara beramai ramai. Secara tak langsung, ini akan mengeratkan hubungan anda bersama bakal bakal ahli keluarga anda.

    Kesimpulan: Kentut itu membahagiakan… .anda setuju???

    Anak Nakal

    Makin besar seseorang anak makin berat galasan dibahu. Apatah lagi apabila berhadapan dengan anak yang nakal. Jika diberi rating nakal 10 kedudukan nakal anak-anak aku ratekan 4-7. Ada masa mereka nakal, tidak mendengar cakap dan saat itu membuatkan aku dan suami pening memikirkan formula untuk menjinakkan kenakalan mereka. Masih terngiang cakap-cakap seorang jiran apabila dia memuji kepantasan Nadhira, Al Khattab dan Humaira dalam membaca Al-Quran dan hafazan, dan dalam masa yang sama celah teman lain memang patut bebudak itu pandai mengaji kau tak tahu betapa nakalnya budak2 itu hanya cara itulah menundukan kenakalan tersebut. Aku akui hakikat tersebut. Kanak-kanak normal memang mempunyai imaginasi dan perasaan ingin tahu yang tinggi. Dek kerana itulah mereka melakukan pelbagai ekperimen yang ditaksirkan oleh orang dewasa sebagai nakal or "buas" loghat utara.
    Apabila kenakalan anak-anak kuceritakan kepada mak cik ibu saudara suami, beliau cuma tersenyum, "buas depa tuh 50% saja drp buas papa dia", terang mak cik Pah yang juga seorang pendidik kepadaku. Selain itu beberapa saudara yang tinggal di Kuala Ketil turut menceritakan perkara yang sama. "Tak sangka kecik-kecik buas lani jadi orang hang no", kata seorang penduduk kampung kepada suami. Hakikatnya kemana tumpahnya kuah kalau tidak kenasi. Sebagai ibu bapa apa yang harus dilakukan ialah memastikan kenakalan anak-anak tidak merosakkan masa depan mereka dan jua merosakkan akidah mereka. Doa dan panduan keibubapaan daripada mereka yang berpengalaman menjadi panduan untuk membentuk dan mewarnai anak-anak agar mereka menjadi anak-anak yang soleh dan menenangkan hati dan jiwa ibu bapa.

    Pida....membayangkan bagaimana abah & mak membesarkan kami 9 orang jua mertua yang berhadapan dengan 6 hero yang nakal.

    28 April 2009

    Sawadee

    Lagi..dikunjungi teman sekampung..sawadee. Hampir 40 minit menghabiskan masa berbual mengenai kampung, makanan, keungulan perhubungan darah melayu-thai dan pelbagai. Teman ini berkahwin dengan France dan bertambah variasi kehidupannya. Dengan pelbagai bahasa, makanan, budaya membuatkan perbualan kami penuh dengan variasi cerita budaya.
    Yeah..tentu sekali aku merindui keenakan pulut utara sana. Bagai terasa keharuman aroma pulut tanak di hujung hidung ini. Berbicara soal percakapan dengan anak-anak kami sekali lagi ketawa, apa tidaknya bahasa bonda pasti akan terpancul takala marah dan anak-anak terpingga kerna tidak mengerti dan asing dengan bahasa yang keluar dari mulut ibu. Namun, kami bersetuju soal bahasa dan budaya patut ditanam dijiwa mereka biar mereka tahu dari mana asal mereka dan akar mereka. Persamaan antara kami yang lain ialah di mana kami berada pasti filem-filem siam menjadi pilihan...mungkin merindui sesuatu yang telah hilang...mungkin....

    ...aku merasa seolahnya berada ditengah kehijauan sawah dan di atasku berterbangan sekumpulang lelayang.

    11 April 2009

    Goodwills

    "Mama, apa kebenda goodwills nih", tanya puteri sulung sambil membelek nota harianku. "Ermm...ok goodwills nih kalau di apply kepada kehidupan manusia cam nama baik keluarga laa, contoh kakak tengok Tun Abdullah Ahmad Badawi semua org tau kelurga depa asal keluarga ulama", dan family Ungku Aziz orang kenai depa sebagai golongan berpengetahuan dan terpelajar, satu lagi Nik Aziz orang kenai dia sebagai seorang yang memperjuangkan Pas dan bersederhana", terangku kepadanya. Mata puteriku membulat kearahku. "Awat, kak tak jelas ka", tanyaku lagi. "Ok..ok cam ni...cam nek yah semua orang kenai nek yah tu baik dan suka tolong orang so tuh nama baik tok yah dan keluarga serta anak-anak dia, bila orang tanya hang anak sapa, kak jawab anak mat, cucu milah cicit Yah secara automatik orang akan hormat akak pasai nama baik nek yah", terang aku dengan teliti."Oooo...tapi maa kak tak faham yang keluarga ulama tuh kan ustaz kata iman tuh tak boleh diwarisi", aku terpana dengan persoalan ini. Fuhhh....tidak habis kertas kerjaku dibuatnya jika melayan perbagai persoalan diminda puteri sulung ini.


    Orang tua-tua selalu berpesan jaga nama baik keluarga agar tidak jatuh nilai goodwills itu sendiri.

    10 April 2009

    Bila jumpa orang kampung...

    "Eh..ko tahu tak Mrs K tuh orang kampung ko", tanya seorang teman padaku. "Oh ..ya ka, tak tau pulak sbb tak pernah lagi aku jumpa dia aku ingat dia indian", jawabku. "Dia orang Kedah", terang teman itu lagi. Selang beberapa minggu aku bertemu dengan Mrs K. "Hang orang kedah kan..Kedah duduk tang mana", perbualan pertama aku dengan Mrs K. "Erm..Sanglang dekat dengan Kokdiang", beritahuku."Oii,dekat dengan Padang Sera tu, selalu I pi sana", aku tersengih dalam hati sudah semestinya Siam seMalaysia tahu mengenai Padang Sera. "Adik beradik I pun ramai di Sanglang", Mrs K dengan ramah. "Memang kat Sanglang, Kokdiang, Padang Sera, Hosba, Changloon dan beberapa kawasan sewaktu ramai siam even my relatives pun ada siam and abah pun dok spikang siam lagi", ceritaku pada Mrs K. Bermula daripada perbualan tersebut berterusan ke topik lain seolahnya kami telah lama kenal antara satu sama lain. Bila Mrs K keluar dari ruang pejabat, temanku tersebut mendatangi. "Weh, apa status dia...melayu ka". "He he...siam, orang kedah memang lagu tuh kalau hang pi sana cina pun cakap lagu tu jugak". "Tu la pasai aku dok pelik satu lagi dia bagi salam kat aku hang tau", beritahu teman itu lagi. "Kalau hang pi sana memang tak boleh nak beza rumah melayu ka rumah siam memang sama", terang aku padanya. "Dulu abah selalu bawa aku pi rumah saudara siam terutama kalau ada "menora", aku selalu pelik sebab setiap rumah mereka ada patung bercolok", ceritaku lagi. Itu istimewanya negeri-negeri seperti Perlis, Kedah, Perak Utara dan Kelantan.

    Rindu kepada kedinginan pohonan nipah dan nira nipa serta buih-buih ikan laga di celahan pohon nipah....erm pida

    07 April 2009

    July 22nd 2009 another Tsunami



    Please be more cautious as the warnings has been given.










    I just received this message from a friend. I don’t know the source of the message; I also don’t know the credibility of the content, but just beware.
    Below is the content on the message:
    “Hello there. I just wanted 2 let you know that please stay away from the beaches all around in the month of July. There is a prediction that there will be another tsunami hitting on July 22nd. It is also when there will be sun eclipse. Predicted that it is going 2 be really bad and countries like Malaysia (Sabah & Sarawak), Singapore, Maldives, Australia, Mauritius, Si Lanka, India, Indonesia, Philippines are going 2 be badly hit. Please try and stay away from the beaches in July. Better 2 be safe than sorry. Please pass the word around. Please also pray for all beings.”
    Thanks and have a nice day.
    Bless you~

    Pak Utih ~ Usman Awang

    Pilihanraya menjengah lagi...

    Pak Utih ~ Usman Awang
    Ogos 8, 2007
    I
    Punya satu isteri mau dakap sampai mati,
    Lima anak mau makan setiap hari,
    Teratak tua digayuti cerita pusaka,
    Sebidang tanah tandus untuk huma.

    Kulit tangan tegang berbelulang,
    Biasa keluarkan peluh berapa saja,
    O Pak Utih,
    petani yang berjasa.

    Tapi malaria senang menjenguk mereka,
    Meski dalam sembahyang doa berjuta,
    Dan Mak Utih bisa panggil dukun kampung,
    Lalu jampi matera serapah berulang-ulang.

    Betapa Pak Dukun dan bekalan pulang,
    Wang dan ayam dara diikat bersilang.

    II

    Di kota pemimpin berteriak-teriak,
    Pilihanraya dan kemerdekaan rakyat,
    Seribu kemakmuran dalam negara berdaulat,
    Jambatan mas kemakmuran sampai ke akhirat.
    Ketika kemenangan bersinar gemilang,
    Pemimpin atas mobil maju ke depan,
    dadanya terbuka,
    Ah,
    rakyat tercinta melambaikan tangan mereka.

    Di mana-mana jamuan dan pesta makan,
    Ayam panggang yang enak di depan,
    Datang dari desa yang dijanjikan kemakmuran.

    Pak Utih masih menanti dengan doa,
    Bapak-bapak pergi ke mana di mobil besar?

    Usman Awang1954

    04 March 2009

    Imbas semula cinta anda

    Semalam adik-adik suami (Ateh dan Uda) yang berada di KL berada di rumah. Sambil bercerita sempat menonton layar TV. Satu adegan mengorat yang dipaparkan didalam drama membuatkan adik-adik ipar tergelak. "Part nih yang paling best....sebab masa nih pehh kalau tak leh tackle nak tiduq pun tak boleh", kata suami. Semua tergelak.


    Semenjak seminggu lalu aku dan suami sibuk muat turun semula lagu-lagu 90an kebanyakkannya dari kumpulan Wings, Awie dan Hattan yang kami klafikasikan sebagai "lagu kita". Setiap lagu memberi makna yang mendalam saat dan tika tersebut. Memang nostalgia bila mendengar semula lagu-lagu tersebut dan secara tidak lansung ianya membangkitkan semula kehangatan cinta dalam kesibukan kita dengan urusan kerja, rumahtangga dan lain-lain. Imbas kembali rutin bersama saat mula bercinta atau bersama.


    Jika dahulu selalu bersama di mana saja, praktikan kembali saat bersama itu. Jika sudah lama tidak menonton wayang, apa kata mulakan hujung minggu ini semarakkan semula rasa cinta kepada pasangan anda. Imbas semula apa yang membuatkan anda jatuh cinta pada pasangan anda. Perhatikan dia dan dalami diri anda. Dia adalah pakaian anda dan anda pakaiannya. Usah jadikan rutin yang sibuk sebagai penghalang untuk anda berterusan menghangatkan cinta lantas mengukuhkan perhubungan suami isteri dan keluarga sendiri.


    Kata seorang teman, "aku dah tualah nak buat macam masa muda-muda, tuh hang tengok tentera aku". Aku tersenyum. Bukan tidak mahu tua namun ada beberapa perkara kita perlu sentiasa segar supaya kita tidak bosan dengan rutin harian yang amat meletihkan dan jua memenatkan.


    Kongsikan dengan anak-anak cerita anda dan pasangan. Pasti mereka akan bahagia dan seronok menjadi sebahagian daripada kebahagian perhubungan anda dan pasangan anda.

    Wajah Rahsia Hati

    Dalam kehidupan ini
    Yang terindahMelalui usia remaja
    Senda gurau suka duka
    Sering berganti
    Meninggalkan kesan abadi
    ( korus )
    Oh berdebar-debar hati nya
    Kali pertama bertentang mata
    Inilah pengalaman
    Harus ditempuhi tiap insan
    Kenakalan atau kesungguhan
    Sukar mencari perbezaan
    Betapa kau cuba melindungi
    Jelas di wajah rahsia hati

    06 February 2009

    Senyum

    "Senyum itu adalah sedekah" dan senyum itu jua boleh mendatangkan ketenangan dan keceria kepada seseorang. Dengan senyuman mampu merapatkan dua insan yang tidak dikenali, mendamaikan dua insan yang bersengketa, menambahkan untung perniagaan dan jua merapatkan ukwah sesama muslim. Berapa banyak diantara kita mampu memberikan senyuman yang iklas kepada insan yang tidak dikenali, berbeza kaum dan budaya serta agama. Dan berapa ramai antara kita melemparkan senyum ikhlas dan salam kepada saudara seagama walau tidak dikenali. Apakah perlu terjadi sesuatu musibah atau bencana baru kita ingin bersenyuman antara satu sama lain.
    Betapa kuatnya suatu senyuman itu hingga ianya mampu menyatukan dua hati. Melembutkan jiwa yang keras. Menenangkan kekusutan minda.
    Tengahari, di sebuah bangunan persiaran Apec. Dalam kelam kabut aku ke pejabat pelanggan dan tersempak dengan seorang wanita yang dalam tergesa-gesa sempat melemparkan senyuman. Biarpun wajahnya tidak setara Angelina Jolie namun senyuman ikhlas itu berbekas di hati. Mampukan kita sebegitu tersenyum biarpun kusut menyelinapi diri. Tersenyum aku sendiri bila melihat wajah-wajah yang kukenali mencuka dan memperdulikan temannya apabila didesir permasalahan diri. Ah..manusia...

    31 January 2009

    Kembali ke laman bonda

    Ahad 25 January 2009, bergerak dari Sungai Petani menuju ke Sanglang. Pemandangan padi yang sudah boleh dituai menarik hati. Jentera tuai bergerak lembut mengaut padi dan membuang jerami. Sesampainya aku di laman abah, pantas aku dan jua anak-anak keluar mendapatkan mereka. Abah dan mak bercerita perihal tanah suci. Indah dan tenang sekali. Sibuk sekali Malisha dan Humairaa dengan buah tangan dari nenda mereka. Lain pula keletah ALkhattab dan AsSiddiq yang sibuk meninjau binatang peliharaan abah. Makan tengah hari berulamkan daun putat, gulai ikan haruan amat menyelerakan.
    Petang harinya kami meninjau sekeliling rumah. Kuperhatikan ada kelapa muda. ....Sedap dan segar jika diteguk airnya. Solehah, anak abang lie yang hampir sebulan berada di rumah abah mendapatkan tangga untuk memanjat pokok kelapa tersebut.
    Suasana agak bising dek kerana tanah sawah dihadapan laman sedang dituai oleh jentera penuai. Anak-anak tertarik kearah jentera yang jarang-jarang mereka lihat.
    Jam lima mendekati enam mobil kami mudik keutara ....alor redis

    29 January 2009

    Perjalanan ke Utara..2009

    Amat jarang sekali aku dan suami mulai perjalanan didinari, kali ini disebabkan adik ipaq, Syairee ingin bergerak pada hari jumaat kami menurut sahaja. 10.30 pm, kereta mulai bergerak memasuki LDP menuju ke PLUS hala utara. Perjalanan lancar namun sedikit perlahan takala melalui beberapa kemalangan dan kawasan rehat dan rawat. Akhirnya kami tiba di Sungai Petani pukul 3.25 pagi. Ahh..satu perjalanan yang meletihkan. Keesokkan hari kami sekeluarga pengsan dek penangan pejalanan dinari.
    Aku dan suami kerap memulakan perjananan sebelum subuh. Suasana tenang, sejuk dan bening membuatkan kita amat bertenaga untuk berjalan jauh. Panorama yang indah takala mentari mulai menjengok alam dapat di rasai sepanjang perjalanan.
    Ahad, tengahari 25 January 2009 kami menuju ke Sanglang. Rindu akan abah dan mak. Apa tidaknya sepulangan mereka dari bumi Baitullah 4 Januari lalu belum kejengah. Abah dan Mak sihat. Air muka bertambah tenang. Mahu lagi mereka ke sana. Tanah suci.
    Jam 5.30 petang kami bergegas ke Alor Redis, Perlis iaitu kediaman Kak Ida bersempena majlis pertunangan anaknya keesokan harinya. Terasa masih bagai semalam aku mengdukung Iemah. Makin tua.
    Anak-anak ceria berada di kampung. Mereka bebas berlarian di mana saja sementelah pula tanah sawah kering dan padi sudah dituai. Jadinya tempat anak-anak dan saudara lain berkejaran.
    "ma, tahun depan kita pindah sini sajalah", pinta Malisha. Aku tersenyum. "Mama tak ada jin Aladdin..kak", gurauku. Sebenarnya, aku dan suami memang merancang untuk pulang.

    23 January 2009

    Jejak Kasih

    "Adik...imah akan tunang dgn cucu tok wa salleh", teks pesanan ringkas dari Kak Ida perpapar diskrin handphoneku. Kepala otak berligar...Tok Wa Salleh. "Anak sapa...", replyku dengan pantas. "Adik Pak Ngah Halim yang tinggal kat Alor Gunung", Kak Ida terus menelefon.
    Ingatanku terus kepada Mak. Mak menjadi yatim semenjak kecil. Kematian bapanya iaitu datukku, Tok Wan Omar kemudian diikut oleh ibunya, Tok Teh. Ketiadaan mereka membawa mak ke kediaman neneknya tidak jauh dari rumah ibu abah (Tok Cah) di Sanglang. Cerita mak Tok Omar bekerja dengan Sultan Kedah takala masih hidup.
    Oleh kerana mak anak sulung dan adik-adiknya masih kecil maka hubungan dengan saudara sebelah Tok Omar menjadi renggang. Tok Omar mempunyai saudara iaitu Tok Wa Salleh (Titi Besi), Tok Dak Ali (Pantai Johor), Tok Su Sahak (Kuala Kedah). Hanya itu yang kuketahui dari mak. Keluarga kami agak rapat dengan Tok Dak Ali memandangkan beliau yang kerap melawat mak di Sanglang dan kebetulan anaknya yang tinggal di Johor berdekatan dengan kediaman Abangku.
    Tiba-tiba tahun 1990an, mak menerima jemputan kahwin dari Kota Sarang Semut iaitu salah seorang anak Tok Wa Salleh. Dan kuketahui beberapa lagi anak tok Wa Salleh semasa menuntut di Jitra.
    Dunia ternyata kecil. ....
    Itu baru sebelah mak belum lagi sebelah abah dan keluarga suami berdasarkan salasilah tok mas dari siam.