29 July 2010

Kecilnya Dunia


Hari ini kebetulan mood untuk masak di tahap paling minimum. Kebetulan dalam perjalanan pulang ada sebuah restoren "fast food" jadi aku memacukan kereta ke araj deretan kedai di mana letaknya restoren itu.

Semasa memakir kereta di hadapan sebuah klinik aku ternampak nama yang amat aku kenali Dr........ Selepas membuat pesanan aku terus ke klinik tersebut di mana kebetulan aku aku ingin membeli sesuatu dari klinik tersebut. Tiba-tiba keluar Dr yang memang sangat aku kenali. Kecil benar dunia ni. Dr Nadhirah baru sahaja 3 bulan membuka kliniknya sendiri. Alhamdulillah. Berbangga dan amat gembira sekali dengan pertemuan ini patut la semenjak beberapa minggu ini hatiku memang tergerak untuk ke restoren bersebelahan klinik Dr Nadhirah.

Terima Kasih Mak


Semalam telefon mak....rindu mak. Mak umpama motivator padaku. Walaupun dia bukan jenis ibu yang kuat berleter namun setiap tutur katanya menyusup masuk ke dalam jiwaku. Maklah orang yang menjadikan aku insan yang berani dan kuat.

Semakin umur menerjah aku merasa menjadi seperti mak. Kesabaran mak semakin menebal dalam diri. Dan kesederhanaan mak menjadi pakaian diri. Terima Kasih Mak......

Pintu Masuknya Setan


Kekadang kita sebagai manusia merasakan kitalah yang paling bagus dari orang lain, kitalah yang lebih Islam dari yang lain dan lantaran itu kita memperlekehkan keimanan orang lain dengan pelbagai prasangka hati, kata-kata dan ada pula sanggup mengafirkan saudara seagama. Namun kita tidak sedar syetan memasuki hati kita secara tidak sedar.

Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati. Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai benteng tsb.

Melindungi hati dari gangguan syetan adalah wajib oleh karena itu mengetahui pintu masuknya syetan itu merupakan syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasi hati manusia.Pintu tempat masuknya syetan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki syetan sebenarnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki syetan itu adalah:

1. Marah
Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara syetan. Bila manusia marah maka syetan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan syetan.

2. Hasad
Manusia bila hasud dan tamak menginginkan sesuatu dari orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda:” Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.

3. Perut kenyang
rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata syetan.
Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada syetan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.

Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada! Jawab syetan. Kemudian Nabi Yahya berkata: Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya. Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:

· Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.
· Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
· Mengganggu ketaatan kepada Allah
· Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan
· Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.
· Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani

4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga
Bila syetan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.

5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan recheck
Rasulullah pernah bersabda: Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan hati-hati adalah dari Allah SWT. Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain dditegaskan: “Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita edilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.

6. Mencintai harta
Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi syetan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.

7. Ta’assub bermadzhab dan meremehkan kelompok lain.
Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya. Orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain.
Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas. Bila syetan menghiasi pada manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.

8. Kikir dan takut miskin.
Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya syaitan berkata: Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku. Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dar hak kewajibannya (zakat).Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.

9. Memikirkan Dzat Allah
Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan tersesat karena akal manusia tidak akan sampai kesana. Ketika memikirkan dzat Allah ia akan terpeleset pada kesyirikan.

10. Suudzon terhadap orang Islam ghibah.
Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sebab.:Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?

Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.Rasulullah pernah bersabda: Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.Kalau ada orang yang selalu suudzdzon dan selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak.

Orang mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan tetapi orang munafik selalu mencari cela orang lain.Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan untuk menguasai benteng hatinya.
Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mampu menghitung semua pintu masuknya syetan ke dalam hati manusiaSekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah cukup dengan zikrullah dan mengucapkan “lah haula wa lah quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya untuk membentengi hati dari masuknya serbuan syetaan adalah dengan menutup semua pintu masuknya syetan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela yang disebutkan di atas.

Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka syetan mendapatkan berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena zikrullah. Namun perlu diketahui bahwa zikir tidak akan kokoh di hati selagi hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela. Bila orang yang hatinya masih diliputi oleh akhlak tercela maka zikrullah hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran syetan.

Oleh sebab itu Allah berfirman:Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf 201)Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing lapar yang mendekati anda. Bila anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun Cuma menghardiknya dengan ucapan kata. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia tidak akan pergi dari kita walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan syetan akan pergi hanya dengan dzikrullah.

Syahwat bila menguasai hati maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian dari dzikrullah apabila ia kembali berdzikir maka syetan langsung takut. Inilah yang ditegaskan firman Allah dalam ayat sebelumnya:Artinya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Al A’roof ayat 200) Dalam ayat lain disebutkan:Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (An Nahl 98-100)Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng maka syetan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga syetan tidak bisa mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari syetan dengan dzikrullah tapi mustahil syetan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari tempat yang disukai syetan yaitu syahwat, seperti orang yang meminum obat sebelum melindungi diri dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan yang akan dicerna. Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka syetan mendesak masuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat dalam perut yang masih kosong.

Allah SWT berfirman :Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (Qoof 37).

WAllahu a’lamu bis showab.




--------------------------------------------------------------------------------


Artikel ini datangnya dari: Portal Komuniti Muslimah -- Hanan.com.my
http://www.hanan.com.my/

28 July 2010

Ujian melatih kita mendapatkan sifat-sifat terpuji


Ujian sebenarnya melatih kita untuk mendapatkan sifat-sifat yang terpuji. Sabar, redha, tawakal, baik sangka, mengakui diri sebagai hamba yang lemah, mendekatkan diri dengan Allah, harapkan pertolongan Allah, merasai dunia hanya nikmat sementara dan sebagainya. Berasa diri berdosa adalah juga sifat terpuji.

Sebab itu bagi orang yang sudah banyak melakukan dosa atau lalai daripada mengingati Allah, Allah datangkan ujian kesusahan kepadanya. Supaya hambaNya tadi tidak terus tenggelam dalam dosa dan noda. Kadangkala Allah dedahkan dosa yang dilakukan hingga ramai orang tahu. Bukan untuk menghinakan kita tetapi untuk memberi ingatan supaya kita bertaubat.

Setiap dosa mesti dihukum, sama ada di dunia atau di akhirat (kecuali kita telah bertaubat bersungguh-sungguh sehingga Allah mengampunkan dosa itu). Bagi orang yang Allah kasih, di dunia lagi Allah hukum, tidak di akhirat. Yakni dengan didatangkan kesusahan, penderitaan, kesakitan, kemiskinan, kehilangan pengaruh dan sebagainya. Sekiranya kita boleh bersabar dan redha, itulah ganjaran pahala untuk kita. Sebaliknya, jika kita tidak boleh bersabar dan tidak redha, malah merungut-rungut, mengeluh dan memberontak, hanya akan menambahkan lagi dosa kita.

Begitulah Allah Yang Maha Pengasih kepada hamba-hambaNya, tidak mahu hukum kita di akhirat, kerana penderitaan di neraka berpuluh-puluh kali ganda lebih dahsyat daripada penderitaan di dunia.

Sekiranya kita dihukum di dunia lagi, kita patut bersyukur kerana apabila kembali ke akhirat, kita bersih daripada dosa. Adakalanya, kita ditimpakan kesempitan hidup. Sengaja Allah takdirkan demikian kerana Allah sayang kepada kita. Allah hendak melatih kita menjadi orang yang bersabar dan redha dengan takdirNya. Mungkin kita akan sombong dan bakhil kalau dikurniakan harta melimpah ruah, maka Allah didik kita dengan kemiskinan.

Apabila kita diuji dengan kesakitan, Allah mahu memberitahu kita bahawa begitulah susah dan menderitanya orang yang sedang sakit. Semoga kita menjadi orang yang bertimbang rasa, menziarahi dan membantu mereka yang menderita sakit. Orang yang sedang sakit, hatinya mudah terusik. Sesiapa sahaja yang datang dan memberi nasihat, insya-Allah mudah diterimanya.

Allah takdirkan ujian demi ujian untuk memberi peluang kepada kita mendapatkan pahala sabar. Barangsiapa yang sabar dan redha tanpa mengeluh akan mendapat balasan syurga. Oleh itu, apa salahnya Allah uji kita kerana hendak menyelamatkan kita di akhirat kelak!

(Sebahagian daripada artikel yang bertajuk "Tuhan Sedang Mengajarmu erti ikhlas dan sabar!" oleh Ustaz Hasrizal Jamil, Majalah Solusi, isu 2).

“Demi sesungguhnya! Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yakni orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan “Innalillah wa inna ilaihi rajiun” (Surah al-Baqarah 2: 155 – 156).

“Oleh itu bersabarlah, sesungguhnya kesudahan yang baik (yang membawa kejayaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat) adalah bagi orang-orang yang bertakwa” (Surah Hud: 49).

Semoga bermanfaat.
(14 days to Ramadhan. Sudahkah anda bersedia?)

Komentar: Isu pemansuhan UPSR dan PMR


Padi tadi sebelum melangkah keluar rumah sempat aku menonton rancangan bual pagi, MHI. Ianya berperihal soal keputusan meja bulat mahu UPSR dan PMR ditambah baik. Lega dengan keputusan ini, bukan apa resah aku dengan apa yang berlaku di negara ini tukar pucuk pimpinan Kementerian Pelajaran maka pelbagai perencanaan baru yang bakal mengucar-gacirkan guru, ibu-bapa dan pelajar sekolah. Pemansuhan peperiksaan tersebut akan memberi impak yang besar dari segi sosial dan budget keluarga.

Berbalik kepada MHI, aku tertarik dengan komen seorang ibu yang mengatakan sekolah sekarang tidak dapat membentuk pelajar yang mampan. Iaitu yang pandai buat kaji selidik (research), pandai bercakap (puclic speaking) dan beberapa kriteria lagi. Aku tersenyum dengan buah fikiran ibu itu dan aku pasti ramai ibu-ibu diluar sana berpendapat sedemikian.

Bagi aku sekolah adalah untuk anak-anak mempeolehi pendidikan formal dan pendidikan yang lain seharusnya diterapkan dari rumah. Kita ibu bapa kitalah acuannya. Kita ibu bapa kitalah yang mewarnai anak-anak kita. Keyakinan, kepetahan, keberanian seseorang anak adalah datang dari didikan ibu bapa, guru hanya mampu mengasah apa yang telah ada dalam diri anak-anak tersebut.

Walaupun tinggal di kosmopolitan tidak mungkin kita tidak ada masa untuk menjengah masjid atau surau atau aktiviti kebajikan. Dan senggang sebegini akan diikuti oleh anak-anak dalam pembawaan mereka di masa akan datang. Seharusnya anak-anak dibiasakan dengan membawa mereka melawat golongan emas supaya di hati mereka terpalit rasa sayang kepada orang-orang tua. Kurangkanlah aktiviti membuang masa seperti membeli belah, berpeleseran terutama di waktu maghrib kerana ianya akan mempengaruhi jiwa anak-anak kita.

Pendapatku apa sahaja pendekatan yang ingin diperkenalkan tidak akan membentuk insan yang beriman dan bertakwa jika kita sebagai ibu bapa tidak memainkan peranan.

26 July 2010

Masyarakat perlu ada sifat pemaaf, prihatin bendung gejala buang bayi daripada berleluasa


Masyarakat perlu ada sifat pemaaf, prihatin bendung gejala buang bayi daripada berleluasa

PERSEPSI negatif masyarakat terhadap dosa penzina agaknya melampau sampai ke tahap tiada ampun lagi. Jika setakat mencela perbuatan terkutuk itu tidaklah berat ditanggung penzina yang mahu bertaubat. Tetapi jika sampai tidak menaruh belas kasihan bahkan dipulaukan, dikeji seumur hidup sampai anak yang dilahirkan turut sama menanggung dosa orang tua dengan panggilan anak haram, diistimewakan dengan sebutan nama berbin dan binti Abdullah supaya berbeza daripada anak-anak lain, apakah ini sikap memaafkan masyarakat kita?

Apabila berlaku fenomena membuang bayi, kita sepakat mengutuk sekeras-kerasnya kejahatan ini tanpa menilai mengapa ia berlaku. Adakah disebabkan budaya masyarakat yang jauh menyeleweng daripada agama, jika benar mengapa ramai orang Islam yang terbabit?

Mungkin orang kafir lebih bijak menghapuskan benih perzinaan itu dengan melakukan pengguguran, tetapi persoalannya adalah sikap membunuh darah daging yang sempurna bentuk jasad dan sifatnya itu lebih kejam daripada pengguguran pada awal kandungan.

Kita tidak mempersoalkan tindakan mana lebih kejam kerana memang kedua-duanya adalah dosa besar dalam Islam. Tetapi umat Islam perlu memiliki sifat kemanusiaan dan jangan menghukum teruk wanita yang berzina supaya mereka tidak takut dan kembali melakukan dosa besar dengan membuang bayi.

Bayi tidak berdosa itu terbunuh mungkin disebabkan proses kelahiran yang disembunyikan akibat perasaan takut dan malu, bukan kerana sengaja mahu dibunuh. Bagaimana jika ia bukan hasil perzinaan, kerana jenayah rogol misalnya atau 'haruan makan anak'?

Disebabkan masyarakat tiada belas kasihan dan keluarga berantakan, maka wanita yang terbabit berusaha menutupi dosa dengan melahirkan sendiri anak tak berdosa itu. Mustahil mereka mahu membunuh bayi selepas kelahiran. Kalau berniat membunuh, mereka akan melakukannya pada awal kandungan lagi. Mungkin sesetengahnya tidak sempat menggugurkan kandungan dan terpaksa menunggu saat kelahiran, tetapi pada masa menunggu itu mengapa keluarga dan masyarakat tidak mahu memaafkan sehingga wanita ini putus asa dan akhirnya membunuh bayinya.

Keluarga dan masyarakat berperanan besar dalam menyelesaikan fenomena ini. Orang Islam yang taat jangan sesekali memandang serong wanita yang sudah bertaubat. Mereka yang terlanjur dan mahu bertaubat sepatutnya dibimbing, dikasihani dan ditunjukkan jalan keluar. Jika kita bersikap keras, membenci dan terus memusuhi mereka tanpa memberi peluang, fenomena sebegini akan berlarutan. Allah SWT berfirman yang bermaksud: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerana itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu [246]. Kemudian apabila kamu membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya." (Surah Ali Imran ayat: 159)

Kita dituntut untuk terpanggil dan sensitif dengan gejala tidak sihat di sekeliling rumah, tempat kerja, lingkungan di seluruh negeri kita. Jika ada anak saudara yang terlanjur, mampukah kita memberi kemaafan dan menanggung sama aib itu, atau kita menutupinya kerana takut dicemuh masyarakat kemudian tidak peduli dengan perbuatannya bahkan melarang anak perempuan kita bergaul rapat dengannya?

Bukankah lebih baik mengajar anak-anak kita menolong, menasihat dan mencari jalan keluar supaya taubatnya benar-benar nasuha? Malangnya, cerita keji itu tetap dikenang selamanya dan dijadikan cacian dalam keluarga sendiri padahal wanita itu sudah bertaubat.

Kita lihat pandangan dan sikap Baginda SAW terhadap wanita berzina dalam suatu hadis mengenai taubat yang bermaksud, "Ada seorang wanita dari Juhainah datang kepada Rasulullah SAW sedang dirinya hamil kerana berzina. Dia berkata: Wahai Rasulullah aku telah melakukan kesalahan yang menyebabkan aku terkena hudud, maka laksanakanlah hudud itu kepadaku. Kemudian Rasulullah SAW memanggil wali perempuan ini dan bersabda: Berbuat baiklah kepadanya apabila sudah melahirkan bawalah dia kepadaku." (Hadis riwayat Imam Muslim)

Rasulullah SAW tidak sesekali mengeji wanita yang ingin bertaubat ini, tidak mencari dan mengheret lelaki yang melakukannya dan tidak menjatuhkan hudud ke atasnya saat itu juga. Bahkan Rasulullah SAW berpesan kepada ayahnya atau bapa saudaranya atau saudara lelakinya supaya menjaga wanita ini baik-baik. Betapa lembutnya akhlak Nabi SAW, sedangkan ramai anak-anak perempuan di sekelilingnya terlanjur tak dapat menahan marah ke atas mereka. Sehingga menyebabkan wanita itu tetap dalam kejahatannya bahkan bertambah jahat lagi dengan membuang bayi mereka.

Kemudian selepas wanita itu melahirkan dan cukup tempoh penyusuan bayinya, sesudah dia meninggal dalam hudud, baginda mensolatkannya. Umar r.a. bertanya: Wahai Rasulullah mengapa engkau mensolatkan wanita ini padahal dia berzina. Rasulullah bersabda: "Wanita ini benar-benar bertaubat seandainya taubat itu dibahagi kepada 70 orang Madinah nescaya masih cukup. Pernahkah kamu mendapatkan orang yang lebih utama daripada seorang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah Azza Wa Jalla."

Seperti kita, Umar mengeji sekeras-kerasnya penzina. Tetapi Rasulullah SAW mengingatkan mengenai kedudukan taubat lebih tinggi lagi daripada segala kejahatan yang pernah dilakukan manusia.

Sebelum hudud ditegakkan, negara mesti menyediakan badan dakwah dan kebajikan yang aktif berperanan mendidik umat, menggunakan pendekatan kasih sayang dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar, membanteras jenayah dengan usaha pencegahan berlandaskan ilmu, nasihat dan bimbingan.

Jika ibu bapa sibuk dengan urusan sendiri, tidak menghiraukan pendidikan agama kepada anak-anak, langkah terbaik adalah mengenakan dulu hukuman ke atas ibu bapa yang tidak bertanggungjawab sebelum menyalahkan anak-anak terbabit.

Malang sungguh, saat terlanjur mereka diberhentikan daripada pengajian, dipulau keluarga, tiada yang sudi menasihati dan membimbing, jalan taubat ditutup rapat oleh masyarakat sekeliling. Jika kita tidak mengubah persepsi terhadap wanita-wanita malang ini selamanya gejala buang bayi akan berleluasa.

Sumber : BHarian 2010/02/16

25 July 2010

Mama NGO


Hari ini anak-anak ada janji untuk swimming dengan kawan-kawan. Mataku sedikit berat maklumlah bangun dari pukul 5 pagi kurebahkan kepala dibahu sofa. "Mama..ada orang nak jumpa mama ..pakai tudung labuh", beritahu Alkhattab yang kebetulan baru hendak keluar ke kolam renang. "Sapa pulak ni", keluhku sambil memandang Mat. "Mama orang tu cakap dia dari Pas", jelas Alkhattab lagi. "Bagi tau orang tu mama NGO", aku berseloroh tak sangka pula Alkhattab sampaikan apa yang keluar dariku. Mat keluar memberitahu yang aku tidak sihat.

Aku lebih suka begini. Aku tidak mahu taksub kepada mana-mana pihak. Sepertimana yang aku pernah katakan pada kakakku aku tidak mahu terlalu taksub kepada sesuatu belajar ilmu agamapun kita perlu membuat rujukan dari ramai guru. Ketaksuban akan menjumudkan diri kita kita. Aku tetap pegang.."Islam is the way of life". Aku dan Mat mempunyai pendirian sama. Aku hormati pendirian setiap pihak dan aku juga minta orang lain menghormati pendirian kami. Ramai yang mengintai keindahan Islam jangan kita umat Islam sendiri yang merosakkan keindahan tersebut.

24 July 2010

Tutup Kedai......


Selepas bayi dalam kandungan meninggal pada awal April lalu langsung aku tidak bercerita soal ini. Sebenarnya sedih dan sedikit kecewa namun kunfayakun adalah milik Allah SWT. Aku tahu ada hikmah disebalik semua ini. Dan bayi yang kami namai Nadhir al Affan kini bersemadi dengan aman disana. Jika dihitung bulan sept nanti adalah kelahirannya.

Hari itu sepatutnya selepas membuat pemeriksaan rutin aku terpaksa menghadiri peperiksaan kelayakan jawatan PTD. Namun ianya terpaksa dibatalkan bila doktor mengesahkan bahawa kandungan tersebut "sudah tiada". Mat tiada di rumah. Sedikit sebak ketika telefon memberitahunya. Selepas mengambil kakak dari kelas tusyen aku kembali ke rumah berkemas dan menghantar anak-anak ke rumah abang di Sg Besi.

Di Hospital Putrajaya sekali lagi doktor mengesahkan kandungan sudah tiada. Aku redha. Dan doktor membuat keputusan untuk melakukan induce keesokkan harinya. Segalanya berjalan lancar namun seperti kelahiran sebelum aku mengalami komplikasi retain placenta dan doktor di situ menasihati aku supaya tidak mengandung lagi untuk mengelak risiko yang lebih teruk di masa depan. Aku akur.

Ahad...Mat telah pulang dan anak-anak sudah di ambil dari rumah abang.

Isnin...Aku dibenarkan pulang bersama dengan jenazah kecil Al Affan. Aku dan Mat terus ke masjid BT 14 dan dengan bantuan orang-orang di sana Affan telah disemadikan. Jazakallah untuk semua yang membantu.

Sesungguhnya jodoh, ajal, maut ditentukanNya kita hanya mampu merancang. Aku bersyukur dengan apa yang kami ada sekarang.

Teman Kecil


Setiap insan mesti ada teman bermain ketika kecil. Teman yang selalu bersama di zaman kanak-kanak. Sama-sama mencipta angan-angan dan cita-cita. Sama-sama memahat kenakalan. Sama-sama memeningkan kepala ibu bapa. Masa itu sudah lama berlalu namun ianya masih bertapak diingatan. Sebagaimana pepatah..tempat jatuh lagi di kenang inikan pula tempat bermain.

Tujuan aku dengan suami menjarakkan kelahiran 2 tahun supaya anak-anak ada teman bersama di zaman kanak-kanak mereka. Mereka amat antara satu sama lain. Pengalaman kakak sulung menjadi inspirasi si abang (anak kedua) dan alang. Mereka juga berkongsi teman selalunya teman kakak secara tidak langsung menjadi temn mereka juga. Namun agak simpati pada si kecil Siddiq saat kakak dan abang bercerita mengenai pembelajaran sekolah dia masih dengan dunia kecilnya keseorangan.

Jarak umurku dengan kakak dan abang agak jauh. Bongsu tersesat agaknya aku ni..he he he jadi anak buah iaitu anak kakak ku yang menjadi temanku ketika kecil.

Normah anak sulung kakak merupakan teman yang rapat denganku ketika kecil. Dia muda setahun daripadaku namun dia mempunyai kelebihan bergaul mesra (friendly) dengan orang berbanding aku. Itu yang membuatkan aku kagum dengan anak buah seorang ini. Kemana sahaja kami pergi dia pasti cepat beroleh kenalan. Banyak perkara berlaku jika kami berdua bersama.

Kerjaya, lokasi dan kehidupan berkeluarga menjarakkan hubungan kami. Kini hanya mampu berhubungan melalui telefon ataupun FB. Balik kampung pun tidak sempat meluangkan masa seperti zaman kecil dahulu. Yelah memasing sudah ada tanggungjawab sendiri.

Balik ke laman abah baru-baru ini kebetulan mobilku buat hal ...kunfayakun meletakkan kami di Jitra dan bermalam di rumahnya. Tuhanku....lama benar kami tidak dalam suasana ini. Banyak sangat ingin dicerita dan dikongsi.

Jazakallah Mah & Zaki ..sedap sangat kari malam tu. Insyaallah jika pulang kami akan ke sana lagi supaya hubungan anak-anak dapat dirapatkan.

21 July 2010

Pagi yang indah dan petang yang terik....Hutan Simpan Ayer Hitam


Semalam agaknya hujan jadi pagi tadi bumi klang valley diselimuti dengan kabus.....amat nyaman dan indah sekali. Kaya oksigen. Pokok-pokok membugar kehijauannya. Persis lamam abah Pida sanglang..nyaman sebagaimana Kuala Ketil..shahdu pemandangan Hutan Simpan Ayer Hitam sebagaimana Bukit Keplu.

Perjalanan ke ofis tenang sekali tidak perlu memecut 140 perkm.

Petang takala pulang terik sekali. Dan ketika sampai di berdepan dengan Lim Kok Wing Universiti kuterperasan yang bukit di situ sudah dibogelkan untuk laluan projek perumahan mewah. Patut panas pun. Pelepasan karbon dioksida melebih oksigen. Manusia tidak pernah puas dengan apa yang mereka dapat. Sudahlah Hutan Simpan Ayer Hitam ditarah sedikit demi sedikit hingga kini sudah tidak kelihatan sang helang keluar berlegar diruang udara Puchong. Semalam kesengaja melihat Hutan Simpan Ayer Hitam dari Google Earth. Amat sedih. Bila berada dibalkoni apa yang kulihat kini hanya deretan rumah mengantikan keindahan dan kehijauan Hutan Simpang Air Hitam.

20 July 2010

Ayah & Ibu Dengarkanlah


Wahai ayah dan ibu,
Didik anak perempuanmu,
Bukan sekadar cantik dan gaya,
Bukan untuk memukau mata jejaka,
Tetapi didik mereka rasa mulia,
Peribadi sopan bersulam malu,
Jati diri muslimah sejati, menarik cinta dan kasih ILAHI.

Wahai ayah dan ibu,
Didik anak lelakimu,
Bukan semata kuat dan kuasa,
Bukan sekadar tubuh sasa, tampan mempersona,
Tetapi didik mereka cemburu, kehormatan, dan bijaksana,
Kuasa ilmu penampilan muslim bertaqwa.

Wahai ayah dan ibu,
dari pancaran sinar mata anak-anakmu,
Kalianlah teladan, penunjuk jalan, arah pandu kehidupan,

Kadang bimbingan tidak perlu kata-kata,
Banyak ketika, panduan tidak perlu jutaan bicara,
Cukuplah tindakan, perkataan dan cara hidupmu mereka perhatikan,
Jika ingin anakmu hidup berakhlak dan berpedoman,
Hiduplah sebagai contoh ikutan!

Mencari dan terus mencari cinta ILAHI.

Aku dan Marah


Aku dilahirkan dan dibesarkan dalam situasi yang aman. Dek kerana itu aku sukar untuk marah. Sebagai anak bongsu aku sentiasa "happy go lucky". Aku nakal takala zaman kanak-kanak dan remaja dan selalu dimarahi oleh kakak-kakak namun tiada langsung rasa marahku pada mereka semua. Bagiku marah mereka bertempat dan kukagum dengan abang-abangku yang mewarisi sifat mak pandai mengawal marah.

Mengapa aku marah? Dan bila aku marah rasionalnya aku akan cuba melupakan perkara yang membuatkan aku marah jugak orangnya. Secara tidak langsung orang yang membuatkan aku marah akan hilang daripada ingatanku....ku pohon maaf bukan niatku untuk memutus tali silatulrahim namun aku rasakan inilah yang terbaik sebelum aku menjadi lebih marah lagi jika terus membiarkan ingatan itu subur difikiran.

Paling aku marah pada insan yang gemar membuat cerita yang langsung tidak betul mengenai diri dan keluargaku juga teman-temanku. Lantaran cerita-cerita tersebut telah memberi impak negative terhadap perhubunganku dengan insan lain. Bak kata pepatah...."kerana pulut santan binasa kerana mulut .....".

Kita manusia merupakan insan yang tidak sempurna usahlah menelek lemah orang lain, mereka cerita untuk org membenci kerna perkara tersebut akan kembali kepada diri sendiri...

Bila marah aku akan diam. Bila aku diam tandanya aku marah.

19 July 2010

Terjebak.....


Pasar malam merupakan tempat yang kurang aku gemari bukan sebab namanya pasar tapi kerana kesesakan di sana. Selalunya ada orang yang sudi untuk membeli makanan kegemaran di pasar malam.

Sebenarnya setiap malam isnin ada pasar malam beroperasi berdepan dengan sekolah anak-anakku. Aku tak suka isnin sebab jalan di depan sekolah anakku tetiba menjadi huru-hara degan perangai pemandu Malaysia yang sengsara.

Hari ini ....aku sampai di hadapan sekolah 5.50 petang sejam lagi Alang akan keluar. Pasar malam masih lenggang dan masih ada penjual baru membuka khemah. Entah kenapa kakiku bagai tertarik ke sana. Konon hanya nak meninjau tetapi kulihat sayur kampung "pucuk geti/turi" amat segar....mula satu kemudian mainan si toin tak kemudian ikan selepas itu buah dokong..putu piring....roti pita bungkus daging.....tak cukup jari huwaaaa ....rupanya aku sudah terjebak.

Balik di rumah nawaitu asal mahu masak akhirnya hanya tinggal angan-angan bila mymatt balik dengan jejari penuh dengan makanan pasar malam....terjebak...terjebakkk....terjebakkk

Ada apa pada solat


Banyak masjid yang menyambut peristiwa isra dan mikraj. Bentuknya berbeza, kesamaannya ialah ia mengingatkan kita peristiwa agong perjalanan Nabi SAW dari masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa yang diberkati di sekelilingnya kemudian di angkat Nabi SAW bertemu Allah dan dianugerahkan pada Nabi SAW solat.

Apa ada pada solat?

Dalam solat ada sepuluh perkara.

1) Dalam solat ada membesarkan Allah

Setiap bacaan solat adalah untuk membesarkan Allah. Ia bermula dengan takbirarul ihram lagi. Kita lafazkan bahawa Allah yang maha agong dan maha besar.

Jika orang membesarkan Allah, dia akan menjadi mausia yang mengaggap kecil pada dunia. Dan jika seseorang itu telah mengaggap kecil pada dunia, maka dia tidak akan takut dan gentar pada urusan dunia.

2) dalam solat ada meminta petunjuk

Petunjuk jalan yang lurus bukan sahaja dalam bab agama, tetapi dalam setiap keputusan hidup kita. Allah letakkan doa itu di dalam surah al-Fatihah iaitu “Ihdinas Siratal Mustaqim”.

3) dalam solat ada minta ampun pada dosa.

Allah letakkan bacaannya di dalam duduk antara dua sujud. “Rabbigfirli…… (ampunkan aku)

4) dalam solat ada minta kasih sayang dari Allah

Allah letakkan bacaannya di dalam duduk antara dua sujud “warhamni…. (kasihanilah aku )

5) dalam solat ada meminta cukup bagi keperluan kita

Allah letakkan bacaannya di dalam duduk antara dua sujud “wajburni… (cukupkan aku..)

6) dalam solat ada minta kemuliaan

Allah letakkan bacaannya di dalam duduk antara dua sujud “warfa’ni…(angkatlah darjat aku…)

7) dalam solat ada minta rezki

Allah letakkan bacaannya di dalam duduk antara dua sujud. “warzjukni….( rezkikanlah aku…)

8) dalam solat ada minta kesihatan.

Allah letakkan bacaannya di dalam duduk antara dua sujud “wa’aafini,,” (afiatkan aku…)

9) dalam solat ada ucapan syahadah

Ia sebagai mengingatkan perjanjian kita pada dua syahadah iaitu penyaksian bahawa tiada yang disembah melainkan Allah dan Nabi Muhamad itu adalah pesuruh Allah. Ia diletakkan dalam tahyat awal dan tahyat akhir

10) dalam solat ada selawat pada Nabi SAW

Nabi mengatakan bahawa, barangsiapa berselawat pada ku sekali, pasti Allah akan berselawat dan memberikan keselamatan padanya 10 kali. Allah letakkan selawat ini di dalam tahyat awal dan tahyat akhir.

Maha suci Allah yang menganugerahkan pada kita solat dan kebaikan solat itu kembali pada kita. Jika manusia tidak bersolat, ia tidak sekali-kali mengurangkan kebesaran dan keagongan Allah bahkan akan berlakulah kehinaan terhadap orang tersebut.

Antara siri-siri ceramah isra dan mikraj, saya telah memenuhi program forum Isra dan Mikraj di Yayasan Restu pada hari Rabu 14 Julai 2010 jam 9.30 pagi. Rakan ahli panel kala ini ialah ustaz Kamal Ashari.

Forum adalah satu program yang saya suka kerana bukan sahaja para pendengar dapat berkongsi dua sumber berbeza, malahan antara ahli panel juga saling memberi manfaat antara satu sama lain.

Benarlah firman Allah:-

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman (al-Zariyat ayat 55).

Sesungguhnya ilmu Allah itu sangat luas, semakin kita tahu, sesungguhnya, semakin banyak yang kita tidak tahu.

“Ilmu Pelita Hati”

Al-faqir Ila Rabbihi

Muhamad bin Abdullah

Putra Heights

Minum kopi dapat mencegah dan menangguhkan demensia nyanyuk


I luv this article...bukan apa aku merupakan kopi tegar. Mahu tumbang jika tidak dapat secawan kopi sehari.

Baru-baru ini, penyelidik Finland dan Sweden mengumumkan hasil penyelidikan mereka yang menunjukkan bahawa minum kopi dapat mencegah dan menangguhkan demensia nyanyuk.

Penyelidik demi Universiti Kuopio Finland dan Sekolah Perubatan Karolinska Sweden telah melaksanakan tinjauan susulan bermula pada tahun 1970-an berkait dengan usaha yang terhadap lebih 1400 orang Finland. Hasil penyelidikan tersebut menunjukkan bahawa orang pertengahan umur yang minum 3 hingga 5 cawan kopi setiap hari yang menderita demensia nyanyuk pada masa tua mungkin akan menurun 65% berbanding dengan mereka yang minum kurang daripada 2 cawan dan lebih daripada 5 cawan.

Beberapa penyelidikan sebelum ini telah mengesahkan bahawa kopi dapat mencegah penyakit Parkinson dan penyakit vaskular kardiologi kerana kopi mengandungi bahan antitua dan pelindung saraf.

18 July 2010

Masak bukan kerja susah


Hari ni sarapan pagi pukul 11....kebetulan nasi & kari semalam masih ada jadi nasi kubuat nasi goreng "ala apa ada" dan kari dibuah cicah dengan roti jala. Breakfast cum lunch....hari ini mendung mula teringin nak meronda-ronda ke perkampungan Dengkil dan Banting namun hasrat terpaksa dibatalkan memandangkan puteri sulung enggan ikut sebab esok ada exam. Jadi melepaklah di rumah.

Tiba-tiba terbau rendang yang dimasak jiran. Mulalah anak=-anak teringin nak makan rendang......memang dah lama tak buat rendang...nampaknya dinner kena masak rendang.

Petang di OTK belek-membelek kuternampak rempah rendang adabi....nampaknya senang kerjaku. balik dirumah kusatukan rempah rendang adabi dengan ayam, tumis bawang dan terus masukkan ayam dan rempah rendang kemudian masuk kerisik..rasanya not bad lepas ini senanglah kerja mama...

Memasak bukanlah kerja susah ....yang penting jangan malas. Pembesaran anak adalah penting dan air tangan ibu serta doa bisa membina ikatan dunia dan akhirat lebih erat dan mesra.

Kakak

60 Hari lebih lagi peperiksaan UPSR. Peperiksaan besar pertama buat puteri sulung...kakak, Alhamdulillah buat masa ini dia menunjukkan prestasi yang membanggakan walaupun kadangkala prestasi tersebut belum berada dalam standard yang kumahukan. Namun aku bersyukur dia adalah anugerah yang indah dari Allah SWT. Sebagai ibu aku tidak perlu bekerja keras dalam mendidiknya. Dia amat mudah memahami. Diakurniakan Allah SWT dengan kecerdikamn membuatkannya boleh membaca seawal 3 tahun dan merupakan antara pelajar yang cerdas. Namun begitu sifat keremajaan bersama teman jika tidak dipantau sedikit memberi kesan kepada keseimbangan pelajarannya.

Semalam sabtu...seharian dia terpaksa menghadiri kelas tusyen. Sebenarnya aku dan suami risau dia mungkin keletihan memandangkan anak yang displin ini sebagaimana abah bangun awal kerana risau lewat ke kelas. Bukan hari ini saja dia bangun awal malah setiap hari dia akan bangun seawal jam 5.50 pagi. Amat berdikari sebagai seorang kakak. Aku amat bersyukur .........

17 July 2010

Balasan dosa ditangguh uji ketebalan iman


RAMAI manusia tertipu oleh kata hatinya sendiri selepas diputar belit pengaruh syaitan. Syaitan berbisik ke dalam hati manusia: “Allah Maha Penyayang, rahmat-Nya meliputi segala sesuatu. Selepas kamu melakukan dosa kecil, mengapa Allah tidak juga menurunkan apa-apa bala ataupun azab disebabkan maksiat kamu itu? Bukankah dosa yang kamu lakukan itu ringan saja? Lepas buat bertaubatlah! Habis cerita. Jangan takut, amal baik kamu banyak lagi.”

Tidaklah semudah itu menanggalkan daki maksiat dalam jiwa raga kita. Jika dikiaskan maksiat seperti kotoran yang melekat pada kain, boleh dihilangkan dengan sekali cucian saja, alangkah mudahnya. Asalkan dicuci dengan taubat maka hilang serta-merta.

Sedangkan kain yang selalu diberus untuk menghilang noda tidak akan bertahan lama. Pasti koyak rabak akhirnya. Inikan pula hati manusia. Jangan diremehkan dosa kecil. Semakin kerap ia dilakukan walaupun dengan diiringi taubat, ia akan merosakkan hati dan seterusnya memberi kesan kepada amal perbuatan keseluruhannya.

Apakah kesan daripada melakukan dosa kecil?

1- Merangsang untuk melakukan dosa besar.

Jarang sekali ditemui seseorang yang tiba-tiba membunuh tanpa ada mukadimah pergaduhan atau pertelingkahan. Begitu juga orang yang berzina, pasti ada mukadimah rangsangan yang dilihat oleh matanya, ciuman atau sentuhan dalam pergaulannya.

Ibarat titisan air yang terus menerus boleh melubangi bongkah batu yang keras, maksiat dilakukan terus menerus akan memberi kesan kepada maksiat yang lebih besar lagi. Mata yang memandang gambar keji menjijikkan akan menyuruh kepada anggota badan yang lain untuk berzina. Sehingga Ibnu Abbas berpendapat: “Tidak ada dosa kecil jika terus menerus dilakukan. Kerana ia akan merangsang seseorang melakukan dosa besar.”

Kadang-kadang perbuatan baik yang dilakukan hamba walaupun kecil dan ringan, bagi Allah ia sungguh bermakna. Demikian juga sebaliknya, dosa yang bagi manusia sedikit tetapi cukup membuat Allah murka hingga hari kiamat.

Seperti Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

“Adakalanya seseorang melepaskan sepatah kata daripada kata-kata yang diredai Allah yang dia tidak menyangka hal itu sedemikian rupa, tiba-tiba dicatat oleh Allah dalam keredaan-Nya sehingga dia berhadapan dengan Allah dalam keadaan diredai. Demikian pula ada kalanya seseorang bercakap sepatah kata daripada kata-kata yang membuat kemurkaan Allah yang dia tidak menyangka akan sedemikian rupa tiba-tiba dicatat oleh Allah dalam kemurkaan-Nya hingga hari kiamat.” (Hadis riwayat Imam Malik dan al-Tirmizi)

2- Berasa aman daripada azab Allah.

Orang yang sentiasa melakukan dosa kecil beranggapan dia boleh berpegang kepada tali rahmat dan kasih sayang Allah sehingga tidak akan mungkin terjatuh ke dalam jurang kebinasaan. Tetapi sayang, dia sesungguhnya lupa terhadap sifat Allah yang Maha Adil saat membalas setiap kejahatan.

Bukankah sudah datang khabar daripada wahyu yang menyatakan perbuatan yang besar atau kecil semuanya tertulis dalam kitab catatan amal manusia? Setiap pandangan yang menyimpan syahwat, kebencian atau kedengkian segalanya dirakam dengan begitu rapi. Perkataan yang mewakili fitnah, ghibah dan kekotoran zina juga tidak luput daripada pemerhatian dua malaikat pencatat amal.

Firman Allah yang bermaksud:

“Dan diletakkan kitab catatan, lalu kamu akan melihat orang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada tertulis. Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juga pun.” (Surah al-Kahfi, ayat 49)

Tetapi mengapa manusia masih merasa aman daripada azab dan hukuman Allah? Mungkin kerana azab Allah itu tidak terus diturunkan serta-merta selepas mereka melakukan maksiat.

Cuba anda bayangkan selepas melayari laman web lucah seseorang terus dijangkiti penyakit mata merah yang rasanya gatal dan pedih bukan kepalang. Pasti tidak ada seorang manusia pun berani melihat benda keji seperti itu.

Ataupun selepas mengumpat, mengeji dan memfitnah orang lain tiba-tiba orang itu terkena kanser di mulutnya. Selepas puas makan harta anak yatim perutnya membuncit. Perkara ini tak pernah berlaku disebabkan kelembutan Allah kepada makhluknya.

Namun demikian, masih saja mereka yang bermaksiat itu berdalih: “Mengapa Allah tidak membalas kejahatanku ini? Aku masih hidup dengan limpahan nikmat-Nya, tidak ada musibah dan seksa yang menimpa diriku.”

Lantas dia menyangka baik apa-apa perbuatan jahat yang dilakukannya. Padahal Allah hanya menangguhkan balasan atas kejahatannya itu untuk menguji sekebal mana imannya melawan libasan pedang maksiat.

Al-Quran menggambarkan manusia yang merasa aman daripada perbuatan maksiat dalam firman Allah yang bermaksud:

“Mengapa Allah tidak menyeksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu? Cukuplah bagi mereka Jahanam yang akan mereka masuki dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (Surah al-Mujadilah, ayat 8)

3- Mencemarkan jiwa dan menghilangkan rasa nikmat dalam beribadah.

Dosa kecil yang dilakukan terus menerus walaupun boleh dihapuskan dengan melakukan solat dan berpuasa seperti mana disebut dalam sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Sembahyang lima waktu, Jumaat hingga Jumaat dan Ramadan hingga Ramadan menjadi penghapus dosa di antaranya. Jika kamu menjauhkan dosa besar.”

Akan tetapi kekerapan melakukan dosa bagaimanapun akan membawa pengaruh buruk dalam keseluruhan peribadi seorang Muslim. Setiap perbuatannya yang mewakili kejahatan akan membekas di dalam jiwa.

Apabila perbuatan dosa itu semakin sedap dilakukan, maka akan dicabut nikmat dari dalam hati hamba ketika bermunajat kepada Allah. Dan digantikan dengan azab yang tidak nampak. Apakah bentuk azab itu?

Tahukah anda azab yang paling menyakitkan berbanding kanser, muflis, dipulaukan kawan, dijarah harta benda, dilucutkan daripada pangkat dan jawatan bahkan diaibkan di dada akhbar? Azab ini begitu berbahaya, mematikan kesucian jiwa hingga meranapkan binaan iman. Azab yang melanda hati. Iaitu apabila hati tidak merasai kemanisan berdekatan dengan Allah, apabila kenikmatan ibadat itu telah dicabut daripada rongga hati.

Selagi mana seseorang itu melakukan dosa dia tidak akan merasai nikmatnya beribadah. Apakah ada kekhusyukan ibadat bagi orang yang menyimpan amarah, dengki dan cemburu kepada orang lain? Adakah terasa nikmatnya berpuasa bagi orang yang tak pernah puas melayani hawa nafsunya?

Adakah berkesan ibadat zakat dan sedekah bagi mereka yang tamak kepada harta orang lain? Adakah nikmat merasai kelazatan al-Quran bagi orang yang suka membaca aib orang lain dengan begitu teliti.

Semua itu adalah akhir daripada rentetan panjang sejarah dosa kecil yang dilakukan, bermula secara senyap, sedikit dan tidak nampak. Akhirnya menjadi kebiasaan, terang-terangan tanpa rasa malu dan takut . Bermula melakukan dosa kecil berakhir dengan kejahatan besar yang menjadi penyesalan buat selama-lamanya.

- Penulis ialah pendakwah dari Sarawak dan boleh dihubungi melalui juanda@kutpm.edu.my

14 July 2010

Nostalgia Surat


Pagi ini (14.07.2010) topik di Hotfm ...Nostalgia surat, he he he memang teringat zaman dulu2. Yelah masa sekolah aku pernah terima beberapa surat bila diingat memang kelakar. Biasalah zaman sekolah terutama sekolah menengah ada surat adik angkat dan surat mintajadi kawan angkat. Selalunya aku bukan jenis suka melayan jiwang2 zaman sekolah yelah aku ni pegang kuat pesanan mak *jgn dok gatai bermarka*. Tapi entah macam mana aku tersangkut dengan surat dalam bekas tupperwere sekali dengan kueh raya yang aku terima dari sorang abang ensem. Surat itu aku terima selepas jamuan hari raya yang dianjurkan oleh pihak asrama essemjay. Nampak sangat niat pemberi surat itu nak membesarkan badan aku yang keding masa zaman sekolah dulu sehingga kini dia sudah menaikkan beratku 20kg sehingga aku menjadi HULK hu hu hu hu.

Satu lagi surat daripada orang yang sama ketika aku berada di kolej, terkejut aku bila nama dipanggil oleh orang di pejabat kolej kediaman..rupanya ada Pos Laju daripada KL pada mulanya aku fikir ianya mungkin jawapan permohonan biasiswa yang pernah kupohon rupa-rupanya surat daripada abang ensem. He he he memang dia merupakan penyumbang biasiswa hingga kini........

Surat2......merupakan satu memory & surat nikan menjadi tanda ikatan kami. Always luv U dunia & akhirat....my matt aka abg ensem

13 July 2010

Semua Manusia Ditimpa Musibah




Cuba kita lihat disekeliling kita. Setiap rakan yang kita kenali pasti ada masalah di sebalik kehidupan masing-masing. Masalah anak-anak, mentua, jiran kerjaya dan lain-lain lagi. Malah orang yang kelihatan kaya, hidup mewah dan senang, jika diselidiki mungkin lebih banyak masalah yang ditanggungnya. Setiap orang ada masalahnya. Kadang-kadang, semakin lama semakin banyak masalah. Belum selesai satu masalah, timbul masalah yang lain pula.

Ramai orang yang bermasalah tetapi sabar menghadapinya hingga tidak kelihatan pada riak wajahnya. Mungkin masalah yang dihadapinya lebih besar daripada masalah kita. Sebagai contoh:-
1) Kita mungkin menghadapi masalah kenakalan anak-anak, dia mungkin tidak pernah memiliki walau seorang anak atau anaknya terlebih dahulu dijemput Ilahi.
2) Kita mungkin tidak berkereta yang selesa, namun dia mungkin hanya bermotosikal.
3) Kita mungkin tidak memiliki rumah besar, dia mungkin menyewa dari sebuah rumah ke sebuah rumah yang lain.
4) Kita mungkin menghadapi masalah jauh dari tempat kerja, dia mungkin hilang pekerjaan.
5) Kita mungkin hilang kerjaya, dia mungkin terlantar di katil bergantung hidup pada orang lain.

Itulah hakikat dunia. Janganlah hanya memandang kepada orang yang lebih bertuah daripada kita. Pandanglah mereka yang lebih bernasib buruk daripada kita. Semoga ia menimbulkan keinsafan dalam diri kita. Teladanilah Rasulullah s.a.w. dalam menghadapi ujian yang berat dalam hidup Baginda kemudian suluh kembali diri kita dengan suluhan nabawi.

Di antara ujian yang dilalui Baginda:-
1) Pernah dicampak kotoran ke atas kepala Baginda.
2) Dibaling batu hingga luka muka dan kakinya serta patah giginya.
3) Dipulaukan sehingga terpaksa makan daun-daun kering.
4) Diusir dari Makkah kampung halamannya.
5) Difitnah isterinya dan dibunuh 40 sahabatnya yang dalam perjalanan dakwah.
6) Ujian kematian anak-anak.
7) Dihimpit kelaparan sehingga terpaksa mengikat perut.
8) Dituduh gila serta ahli sihir dan sebagainya.

Keadaan yang sama turut dialami oleh sahabat Baginda, Umar, Uthman, Ali mati dibunuh, para solihin yang memperjuangkan Islam ramai yang mati dibunuh atau menghabiskan sisa hidup mereka di dalam penjara. Siapalah kita berbanding mereka? Adakah masalah yang kita hadapi selama ini lebih besar daripada ujian mereka?

Kita hanya perlukan sedikit kesabaran berbanding mereka. Kesabaran dalam menempuh kerenah dunia untuk hidup sebagai seorang Muslim yang bahagia di dunia dan juga tentunya di akhirat nanti.

Semoga bermanfaat. Wassalam.

(Sumber: Solusi 21, artikel oleh: Ustaz Mohd Sukki Othman a.k.a. Ustaz Shauqi Othman).

12 July 2010

Berubah

Siapapun pun kita perubahan adalah perlu. Perubahan bukan menjadikan kita insan lain. Perubahan adalah untuk menjadikan kita lebih baik berbanding semalam. Kita boleh berubah dalam pelbagai perkara. Berubah menjadi insan yang lebih dekat denganNya kerana kita tidak tahu bila, di mana secara tepat noktah kita sebagai insan di dunia. Berubah menjadi insan yang lebih berdisplin agar kita tidak terbeban dengan budaya senang lenang dan sambil lewa. Berubah menjadi insan yang lebih cekal dan berani ......

Perubahan hari ini mampu menentukan hari esok

05 July 2010

Shopping Raya



Baju raya sebenarnya sudah dihantar kepada tukang jahit bulan lepas tapi kali ini carikan kain untuk anak dara berdua itu. Oren.....warna tema tahun ini.

Masjid India & Jalan Tar merupakan lokasi utama untuk membeli-belah untuk hari raya. Namun aku bukanlah shoperholic dan aku jugak tidak suka bersesak hanya kerana mahu membeli sesuatu. Perancangan dan budget adalah penting bagiku. Paling aku risau terkeluar dari perancangan.......namun kita hanya merancang Tuhan yg menentukan. Kain untuk baju kurung kakak & alang sudah dibeli tinggal lagi mr Hubby & 2 anak teruna itu.



Kami sempat jugak ke masjid negara untuk solat di sana ..erm lama rasanya tidak menjejakkan kaki ke sana. Terasa aman & tenang.



Tempat terakhir sebelum pulang ....erm menjamu selera dengan makanan ala kelantan kegemaran kami sekeluarga di Kampung Baru...Yummyy