15 January 2015

Mengapa kita perlu kurus ..... MODE nak diet

Teringat pesanan mertua kurangkan kegemukan dan mudahkan orang yg bakal mengurusi jenazah kita kelak. Dulu masa mertua memberi pesanan hanya dengar saja tp sekarang agaknya kubur sudah melambai-lambai sudah merasa signifikan akan pesanan mertua. 

Mengapa gemuk....sifat buruk makan kita. Ya...memang betulkan. Esp pada diri sendiri yang suka sangat makan sebab tulah Allah SWT mendidik dengan diberinya penyakit kencing manis semasa mengandung dulu. Ianya didikan yang amat memberi kesan yang amat mendalam. Masa Dr Nik SJMC bagi diet plan tak pula nak cuba tapi bila dididik oleh Allah SWT ianya lebih terkesan pada jiwa.

Komen Umar Al Kkattab tentang perut gendut atau istilah kita lemak berkrim 

Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu pernah bertemu seseorang di jalan, dan bertanya kepadanya.

“Kenapa perutmu besar seperti ini?”, tanya Umar bin Khattab radhiyallahu ‘Anhu.
“Ini karunia dari Allah,” jawab orang tersebut.
“Ini bukan berkah, tapi azab dari Allah!”, seru Umar.

Ia pun melanjutkan, “Hai sekalian manusia, hai sekalian manusia. Hindari perut yang besar. Karena membuat kalian malas menunaikan shalat, merusak organ tubuh, menimbulkan banyak penyakit. Makanlah kalian secukupnya. Agar kalian semangat menunaikan shalat, terhindar dari sifat boros, dan lebih giat beribadah kepada Allah.”

Jadi, bagaimana dengan perut gendut dan badan gemuk Anda?

Oleh: Ustadz Umar Ar Rahimiy

Rupanya ini adalah azab Allah SWT ....buruk makan = banyak lemak. Ubatnya sebagaimana yang disarankan oleh Rasulullah SAW, makan hanya apabila lapar dan berhenti sebelum kenyang. Huhuhu tapi diri ni selalunya makan tak kira waktu asal nampak makanan makan...

"Dari Mikdam bin Ma’dikarib ra. menyatakan pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)"

Dan kita tidak digalakkan makan bersandar ....yelah mcm budaya modenkan makan dimeja patut pun la dulu kami suami isteri ditegur Pak Su Din bila berkunjung ke rumah.

Pagi tadi sebenarnya dah ambik heavy breakfast tetiba masa lunch menu kantin western mula tu teruja la nak makan walaupun perut belum buat konsert rock tetiba teringat pasal makan bila lapar juga pasal Rasulullah SAW hanya makan dua kali dalam sehari. Seperti yang dituturkan oleh Aisyah ra: "Setiap kali Rasulullah SAW makan dua kali dalam sehari, pastilah salah satunya (makan) kurma." Dikeluarkan oleh al-Bukhari sebagaimana dalam Fath al-Bari (11/6455). (Dari Akhlaq an-Nabi wa Adabuhu karya Imam Abu Syeikh).

Bayangkan kita punya meal...pagi dengan breakfast nasi lemak ayam berempah, pukul sepuluh ada lagi makan yg light2 lepas tu lunch macam-macam nak kita hadap lepas tu tea time the dinner lepas tu ada lagi supper.....mak datuk semua tu budaya makan sang western sana tok nenek kita aaatak ajaq pon budaya makan mcm ni. (mode insaf)